Setiap lembaga santri atau siswa pendidikan islam memiliki rutinitas pada setiap malamnya. Rutinitas tersebut berupa kajian, muhasabah diri, malam kreasi dan sebagainya. Tidak jauh berbeda dengan lembaga pendidikan islam lainnya, santri Pondok Yatim & Dhuafa Ar -Raudhoh pun memiliki rutinitas pada setiap malamnya. Salah satu rutinitasnya yaitu melantunkan dzikir Ratibul Haddad. Penasaran dengan istilah tersebut? Yuk simak penjelasan di bawah ini
Sejarah Ratibul Haddad
Ratibul Haddad berisi bacaan pujian kepada Alloh SWT, ayat–ayat Al-qur’an tertentu dan do’a–do’a. Penyusunnya bernama Al–‘Allamah As–Sayyid Abdullah bin ‘Alwi Al–Haddad Al ‘Alawi Al Husaini. Beliau merupakan seorang ulama terkemuka dari Hadramaut , Yaman yang hidup sekitar tahun 1634-1720 M. Silsilah keluarganya sampai kepada cucu Baginda Rasulullah SAW yang bernama Sayyid Husain bin Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib yang merupakan suami Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Beliau diberi keistimewaan oleh Alloh SWT yakni menguasai berbagai macam ilmu agama di tengah keterbatasannya yakni mengalami gangguan penglihatan sejak usia balita.
Manfaat Melantunkan Dzikir Ratibul Haddad
Sebagai Perlindungan dari Pengaruh Negatif
Dalam mengumpulkan amal saleh dan memperjuangkan kebenaran di dunia ini tentunya tidak terlepas dari tantangan yang dapat menghentikan upaya tersebut. Melantunkan dzikir Ratibul Haddad menjadi salah satu jalan atau perantara secara bathin untuk menepis tantangan maupun godaan yang datang.
Dimudahkan Dalam Rezeki
Kika diresapi ternyata pemaknaan rezeki itu luas. Dapat berupa kenikmatan beribadah, kesehatan, harta benda dan sebagainya. Selain ikhtiar lahir, tentunya kita dianjurkan untuk berikhtiar secara bathin agar dimudahkan dalam meraih rezeki. Ikhtiar bathin tersebut berupa melantunkan dzikir Ratibul Haddad.
Menyembuhkan Penyakit Non Medis
Terlihat sulit untuk percaya namun begitu banyak fakta terkait adanya penyakit ini. Setelah diperiksa ke medis tidak ada penyebab yang dapat dideteksi oleh pihak manapun, dampak dari penyakit tersebut terus menggerogoti tubuh. Melantunkan dzikir Ratibul Haddad dapat menjadi perantara agar dijauhkan atau disembuhkan dari penyakit tersebut.
Dimudahkan Segala Urusan
Hal ini karena didalamnya terdapat do’a – do’a agar Alloh SWT memudahkan setiap urusan. Urusan tersebut berupa urusan agama, dunia maupun akhirat.
Tahapan Pelaksanaan Dzikir Ratibul Haddad di Ar–Raudhoh
- Setelah selesai sholat sunnah rawatib ba’da maghrib pada setiap malam kamis, para santri mengambil posisi duduk rapih dan menyiapkan kitab yang berisi dzikir tersebut.
- Bapak Pimpinan Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh mengawali dan membimbing para santri untuk melantunkan dzikir ini. Diikuti oleh semua santri dalam melantunkan dzikir.
- Setelah selesai melantunkan dzikir Ratibul Haddad, dilanjutkan dengan melantunkan sholawat dan do’a penutup.
Kesimpulan
Jika dilihat dari riwayat hidup ulama Penyusunnya, dzikir Ratibul Haddad hadir ribuan tahun silam, terus diamalkan oleh setiap generasi dan manfaat keberadaannya masih relevan dengan zaman sekarang. Dzikir ini menawarkan jalan sebagai pembuka kedamaian dan ketenangan bathin yang dibutuhkan dalam kehidupan ini. Selain itu, hal ini membuktikan bahwa ajaran agama islam bersifat dinamis yakni mampu menyesuaikan dengan kehidupan dari setiap generasi yang telah ada di muka bumi ini. Wallohu’alam, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang istiqomah dalam menjalankan syar’iat agama Islam.






