Our Blog

Ar-Raudhoh-Memaknai-Yakin-dan-Tawakal

Memaknai Yakin & Tawakal: Riyadhus Shalihin

Ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan sering kali membuat kita ingin berhenti melanjutkan hidup di dunia ini. Karir, asmara, kehilangan seseorang merupakan beberapa contohnya. Ya, pada hakikatnya dalam keadaan lebih maupun kurang kita pasti diuji. Ajaran agama islam membimbing kita umatnya agar tetap ada dalam kehidupan yang semestinya serta sesuai aturan Allah SWT sebagai sang pencipta. Salah satu ajaran yang dimaksud yakni konsep yakin dan tawakal. Adapun kita sebagai hamba diperintahkan untuk belajar memaknai yakin & tawakal kepada Allah.

Penjelasan Singkat Yakin & Tawakal

Yakin bermakna hilangnya keraguan atau percaya sepenuhnya terhadap Allah SWT akan skenario yang telah ditakdirkan. Kepercayaan ini bersifat absolut dan tetap. Sehingga tidak boleh ada keraguan sedikitpun atau ketakutan akan segala sesuatu yang akan atau yang telah Allah takdirkan kepada kita. Tawakal yaitu menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT setelah semaksimal mungkin berikhtiar dan berdo’a. Tawakal bukan hanya berarti pasrah tanpa melakukan ikhtiar atau usaha. Melainkan sebuah wujud lanjut dalam percaya kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar atau usaha dengan sungguh-sungguh dan maksimal.

Hadits dalam Memaknai Yakin dan Tawakal

Dari Ibu ‘Abbas ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Ditampakkan kepadaku umat–umat terdahulu. Kulihat ada seorang Nabi yang disertai dengan rombongan kecil, ada pula Nabi yang disertai dengan satu dua orang saja, bahkan ada seorang Nabi yang tanpa pengikut seorang pun. Kemudian tampak satu rombongan besar yang aku sangka mereka adalah umatku, akan tetapi dikatakan kepadaku: “ Ini adalah Musa dan kaumnya namun lihatlah ke ufuk sana.” Kemudian aku melihat ke ufuk itu. Tiba–tiba aku melihat satu rombongan besar, lantas dikatakan kepadaku: “ Lihatlah ke ufuk yang lain.” Disana aku melihat satu rombongan yang besar lagi, kemudian dikatakan kepadaku: “ Itulah umatmu yang di dalamnya terdapat tujuh puluh ribu orang yang akan memasuki surga tanpa hisab dan tanpa disiksa lebih dahulu.”

Beliau kemudian bangkit dan masuk ke dalam rumah. Orang–orang ramah membicarakan tentang orang–orang yang akan masuk surga tanpa dihisab dan disiksa. Salah seorang di antara mereka berkata: “ Mungkin saja mereka adalah sahabat–sahabat Rasulullah SAW “ Dan ada pula yang mengatakan: “ Mungkin saja mereka adalah orang–orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam dan dia tidak menyekutukan Allah.”Dan mereka menafsirkan bermacam–macam. Kemudian Rasulullah SAW keluar dan bersabda kepada mereka: “Apa yang sedang kalian bicarakan?” Kemudian mereka menceritakannya, maka beliau bersabda : “Mereka itu adalah orang–orang yang tidak menjampi, dan mereka tidak pernah minta dijampi, mereka yang tidak meramal dan hanya kepada Tuhan sajalah mereka bertawakkal.”

Kemudian ‘Ukasyah bin Mihshan berkata: “Ya Rasulullah, do’akanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka”. Beliau menjawab ”Engkau termasuk golongan mereka”. Kemudian berdirilah orang lain sambil berkata: “Ya Rasulullah, do’akanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka.” Beliau menjawab: “Engkau telah didahului oleh Ukasyah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Hadits dalam Memaknai Yakin dan Tawakal

Hadits tersebut menjelaskan tentang sifat-sifat orang yang yakin dan bertawakal kepada Allah SWT sehingga akan masuk surga tanpa hisab. Sifat–sifat tersebut yakni:

  1. Tidak fanatik terhadap hal mistis, hal ini biasanya berkaitan dengan unsur kemusyrikan seperti dalam tata cara pengobatan dan memohon dilancarkan urusan seperti rezeki dan yang lainnya.
  2. Tidak sering bertakhayyul, maknanya yakni tidak mudah menganggap sesuatu sebagai pertanda buruk atau musibah.
  3. Tidak menggunakan cara–cara seperti menyakiti diri sendiri atau menggunakan kekerasan yang lainnya.

Selain itu, hadits ini pun mengajarkan bahwa konsep yakin dan tawakal mengantarkan kita pada hati dan pikiran yang seratus persen percaya bahwa rencana Allah SWT tetap yang terbaik. Di dalam hadits tersebut pun dijelaskan bahwa terdapat salah satu tokoh atau sahabat Rasulullah SAW yang bernama Ukasyah Bin Mihshan, beliau menjadi tokoh inspiratif muslim dalam mengamalkan konsep yakin dan tawakal.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *