Our Blog

Ar-Raudhoh-Ikhlas

Ikhlas dalam Kitab Riyadhus Shalihin

Pembelajaran kitab Riyadhus Shalihin sudah menjadi rutinitas di pondok yatim dan dhuafa Ar-Raudhoh.  Salah satu topik penting yang selalu dibahas dalam kitab ini adalah hadis tentang ikhlas dan niat dalam segala perilaku kehidupan.

Pembahasan ini menekankan pentingnya menjalankan setiap aktivitas dengan niat yang lurus dan ikhlas karena Allah SWT.  Anak-anak diajarkan untuk tidak melakukan sesuatu demi mendapatkan pujian  atau keuntungan duniawi. Tentunya mendorong mereka untuk menjadikan setiap perbuatan sebagai bentuk ibadah yang dilakukan demi ridho Allah.

Melalui pembelajaran ini, diharapkan anak-anak di pondok yatim dan dhuafa Ar-Raudhoh dapat  menumbuhkan sifat ikhlas dan niat yang baik dalam setiap perbuatan mereka. Tentunya dalam belajar,  bermain, maupun berinteraksi dengan orang lain. Hal ini akan membantu mereka menjalani kehidupan  dengan lebih bermakna dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Hadis Tentang Ikhlas

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab bin Naufal bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib al- Qurasyiy al-Adawiy ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya. maka hijrahnya diterima dan diridhai Allah dan Rasul- Nya. Tetapi barangsiapa yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia, atau karena wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya akan mendapat apa yang yang menjadi tujuannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini diriwayatkan oleh dua orang imam ahli Hadis yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al- Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. Lazim disingkat dengan Bukhari saja dan Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al- Qusyairi an-Naisaburi. Lazim disingkat dengan Muslim saja dalam kedua kitab masing-masing yang keduanya itu adalah kitab hadis yang paling sahih.

Hadits ini menjelaskan bahwa niat merupakan faktor utama yang menentukan nilai dan hasil dari sebuah amal.  Amalan yang dilakukan dengan niat yang benar, yaitu ikhlas karena Allah dan Rasul-Nya, akan diterima dan diridhoi oleh Allah SWT. Sebaliknya, amalan yang dilakukan dengan niat yang tidak benar, seperti mencari keuntungan duniawi atau karena keinginan pribadi, tidak akan mendapatkan nilai pahala dan hanya akan memperoleh apa yang menjadi tujuannya di dunia.

Penjelasan Hadis Tentang Ikhlas

Dalam konteks hadits ini,  hijrah  dipergunakan sebagai contoh. Hijrah yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah dan Rasul-Nya akan mendapatkan pahala yang besar dan ridho Allah SWT. Namun, jika hijrah dilakukan karena alasan duniawi, seperti mencari kekayaan atau kekuasaan, maka hijrah tersebut  hanya akan membawa keuntungan duniawi tanpa mendapatkan pahala di sisi Allah. Demikian pula jika  hijrah dilakukan karena alasan pernikahan, maka hijrah tersebut hanya akan memberikan keuntungan dalam hal pernikahan tanpa mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Hadis ini  mengajarkan  kita  untuk  selalu  mengingatkan  diri  tentang  niat  dalam  melakukan  setiap  amal.  Kita  harus  memurnikan  niat  kita  semata-mata  karena  Allah  SWT,  dan  menjauhkan  diri  dari  niat  yang  terkontaminasi  dengan  kepentingan  duniawi.  Dengan  niat  yang  benar,  insya  Allah  setiap  amal  kita  akan  mendapat  ridho  dan  berkah  dari  Allah SWT.

Memurnikan niat berarti menghilangkan segala kepentingan pribadi yang menghalangi kita menjalankan  amal dengan ikhlas. Kita harus mengingatkan diri bahwa setiap perbuatan kita, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, adalah untuk mencari keridhoan Allah SWT.

Menjauhkan diri dari niat yang terkontaminasi dengan kepentingan duniawi berarti menghindari kesombongan dan keinginan untuk mendapat pujian atau keuntungan dari manusia. Kita harus selalu  mengingatkan diri bahwa pahala yang sebenarnya hanya berasal dari Allah SWT. Dengan niat yang benar, insya Allah setiap amal kita akan mendapat ridho dan berkah dari Allah SWT. Amalan kita akan bernilai tinggi di sisi-Nya dan memberikan kebaikan yang berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *