Jika dilihat dari segi kuantitas pahala serta keistimewaannya, bulan suci ramadhan menduduki peringkat pertama diantara bulan–bulan yang lainnya. Maka tidak heran, jika dari berbagai kalangan dan aktivis meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Begitu pun dengan para santri di Pondok Yatim & Dhuafa Ar -Raudhoh. Disepuluh terakhir ramadhan ini mereka semakin meningkatkan semangat ibadahnya guna meraih pahala serta ridho Alloh SWT. Lantas, amalan apakah yang mereka kerjakan? Ya, salah satu amalannya yaitu ‘Itikaf.
Pengertian I’tikaf
I’tikaf mempunyai makna berdiam diri di masjid disertai dengan syarat dan hukum yang berlaku. Dalam kitab Safinatun najah disebutkan bahwa syarat – syarat ‘itikaf adalah beragama Islam, berakal sehat, suci dari Hadats dan najis, baligh dan bertempat di mesjid. Hukum aslinya adalah sunnah. Menjadi wajib jika seseorang telah bernazar akan mengerjakannya, dan makruh jika seseorang mempunyai urusan yang lebih penting selain berdiam diri di masjid (‘itikaf).
Tujuan I’tikaf Ramadhan
Adapun beberapa tujuan ‘itikaf adalah sebagai berikut :
Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT
Hal ini dikarenakan di dalam itikaf biasanya kita lebih fokus dalam melakukan amalan-amalan yang berada di dalam rangkaian ‘itikaf
Menjemput Lailatul Qadar
Umat nabi Muhammad SAW relatif berusia pendek jika dibandingkan dengan umur umat rosul sebelum Nabi Muhammad SAW. Sementara itu, di Yaumil akhir tidak ada perbedaan ukuran mizan bagi seluruh umat seluruh. Maka dari itu, di bulan ramadhan terdapat satu malam yang apabila kita beribadah di malam tersebut akan mendapatkan pahala setara dengan beribadah selama seribu bulan atau 83 tahun. Maha kuasa Alloh SWT tidak ada yang tau persis kapan lailatul qadar datang. Di dalam beberapa hadits, disebutkan bahwa malam lailatul qadar datang diantara sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. Maka dari itu, ‘itikaf adalah salah satu upaya untuk menjemput lailatul qadar di setiap tahunnya
Menghadirkan kenikmatan dalam beribadah
‘Itikaf biasanya dikerjakan pada siang dan malam hari. Namun mayoritas umat islam mengerjakan ‘itikaf di malam hari. Karena keheningan dan kesyahduan suasananya membuat bathin merasakan kenikmatan dan ketenangan dalam beribadah
Beberapa amalan yang bisa diamalkan saat i’tikaf
Selain tujuan ‘itikaf, berikut ini adalah beberapa amalan -amalan yang dapat kita praktikkan pada saat ‘itikaf :
Berdzikir kepada Alloh SWT
Menyebut ‘asma, mengingat kebesaran serta kekuasaan Alloh SWT dengan suasana hening atau di tengah ramainya orang – orang beribadah di dalam mesjid membuat ‘itikaf kita semakin nikmat.
Tadarus Al -qur’an
Setelah memperbanyak dzikir, pada saat ber’itikaf kita pun dianjurkan untuk memperbanyak tadarus Al Qur’an yang tentunya pahala dan keutamaannya tak kalah istimewa dengan berdzikir kepada Alloh SWT.
Memperbanyak sholawat
Jika berdzikir dan tadarus Al-Qur’an adalah ibadah yang pahalanya langsung dari Alloh SWT, maka membaca atau melantunkan sholawat adalah ibadah yang menjadi washilah kita memperoleh syafa’at atau pertolongan dari Rasulullah SAW kelak di hari akhir. Zaman sekarang, aneka sholawat bisa kita jadikan salah satu amalan pada saat ber’itikaf
Bermuhasabah diri
Hal ini bisa diawali dengan sholat taubat terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan beristighfar atau memohon ampun sebanyak – banyaknya kepada Alloh SWT atas berbagai kesalahan dan dosa yang pernah kita perbuat selama ini sambil mengingat dan memutar memori beberapa waktu ke belakang agar kita tidak berbuat hal serupa ( dosa ) dan semakin meningkatkan amal kebaikan untuk bekal di dunia maupun di akhirat






