Dalam kajian Riyadhus Shalihin kali ini dijelaskan bahwa pada hakikatnya kita diciptakan dan akan kembali kepada Alloh SWT. Ada beberapa alam yang akan kita lalui sejak diciptakan sampai kembali kepada Alloh SWT. Ketika membaca tulisan ini, berarti anda telah melalui alam ruh dan alam rahim. Dua Alam tersebut telah dilalui tanpa mengingat satupun kejadian yang dialami ketika berada disana karena kehendak dan kekuasaanNYA.Nah, alam berikutnya yaitu alam dunia. Jika dua alam tadi kita tidak mampu mengingat apapun, maka di alam dunia ini Alloh SWT memberikan berbagai anugerah yaitu dengan memfungsikan panca indera yang ada pada tubuh kita.
Tujuannya agar membantu memaksimalkan ibadah yang dilakukan sebagai bekal untuk kehidupan di alam berikutnya. Selain itu, manusia perlu menjaga keberlangsungan hidup dengan cara berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam ajaran agama islam, kita diperintahkan untuk memperhatikan dengan siapa kita berinteraksi (bergaul) agar tetap istiqomah dalam kebaikan.
Hadits tentang berkunjung dan bergaul dengan orang–orang shalih
Dari Abu Musa Al-‘Asy’ari r.a, berkata: Nabi SAW bersabda: “ Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang yang shalih dan orang jahat, seperti orang yang bergaul dengan orang yang membawa minyak kesturi dan tukang pandai besi. Orang yang membawa minyak kesturi mungkin memberi minyak kepadamu atau membeli minyak kepadanya, paling tidak kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan tukang pandai besi, mungkin ia akan membakar kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak enak darinya”. ( HR Bukhari dan Muslim )
Penjelasan Hadits tentang berkunjung dan bergaul dengan orang–orang shalih
Hadits diatas menjelaskan tentang dua perumpamaan berinteraksi dengan orang–orang yang ada di dunia ini. Perumpamaan pertama adalah tukang minyak wangi, ini diibaratkan jika kita berinteraksi atau atau bergaul dengan orang–orang shalih atau mereka yang senantiasa taat kepada Alloh SWT dan melakukan amal kebaikan. Jika kita belum mampu melakukan apa yang ia perbuat, setidaknya akan ada nasihat atau pengaruh yang baik terhadap diri kita.Perumpamaan kedua adalah tukang pandai besi, ini diibaratkan jika kita berinteraksi atau bergaul dengan orang–orang yang tidak taat kepada Alloh SWT dan enggan melakukan amal kebaikan. Perlahan tapi pasti, kita akan memperoleh pengaruh yang tidak baik dari orang–orang tersebut atau bahkan lebih jauhnya akan sama–sama terjerumus kedalam keburukan.
Kajian Riyadhus Shalihin menjelaskan Karakteristik Orang Shalih
Mengenal karakter manusia membutuhkan waktu yang cukup lama karena jika kita cepat menyimpulkan, terkadang keliru dan sifat yang terlihat ketika pertama kali berinteraksi tidak sesuai dengan sifat aslinya. Berikut ini adalah karakteristik orang – orang shalih yang insyaallah akan memotivasi dan membantu kita agar senantiasa taat kepada ajaran agama islam.
- Akhlaq sehari – hari, perhatikan apakah ia memperlakukan orang – orang disekitarnya seperti kepada orang yang lebih tua, sebaya dan lebih muda. Selain itu, perhatikan pula apakah ia bersikap tanggung jawab, jujur dan dapat dipercaya.
- Konsisten dalam beribadah. Ibadah yang diterima adalah ibadah yang dilandasi ilmu tentang tata cara beribadah dan hati yang khusuk serta ikhlas. Mungkin akan cukup sulit ketika ingin mengetahui ibadah dengan kualitas tersebut karena pada hakikatnya hanya orang yang bersangkutan yang tau. Nah, kita bisa sedikit mengetahuinya dengan cara membuka obrolan atau diskusi sehingga akan nampak pola pikir dan pemahaman seputar ibadah.
- Sikapnya terhadap harta. Perhatikan apakah ia senang menginfakkan hartanya di jalan Alloh SWT dengan tujuan untuk membantu meringankan beban orang lain. Selain itu, perhatikan juga bagaimana cara dia memperoleh harta yang dimilikinya. Apakah melalui cara yang sesuai dengan ajaran islam atau tidak.
- Sikapnya terhadap ilmu, perhatikan apakah ia senantiasa mengamalkan, menambah dan berbagi ilmunya atau tidak. Hal tersebut untuk mengetahui dan membuktikan kualitas diri dan ibadahnya.






