Betapa luar biasa nikmat yang Alloh SWT berikan kepada kita sehingga tak terasa sebentar lagi akan memasuki salah satu bulan yang mulia. Bulan yang di dalamnya terdapat ibadah – ibadah yang perjuangan dalam mengerjakannya setara dengan balasannya. Ya, bulan ini dikenal dengan nama bulan Dzulhijjah. Dzu artinya pemilik atau yang memiliki dan Hijjah yang artinya ibadah haji. Dinamakan demikian karena pada bulan ini terdapat ibadah yang menjadi point terakhir dalam rukun islam sekaligus menjadi puncak ibadah umat muslim dan muslimah. Selain ibadah haji, terdapat pula satu ibadah yang memiliki keutamaan yakni ibadah puasa sunnah.
Hadits tentang Puasa Sunnah Dzulhijjah
Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata : Rasulullah SAW bersabda: “ Tidak ada suatu hari di mana amal shalih lebih disukai oleh Alloh daripada dalam sepuluh hari permulaan bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya : “ wahai Rasulullah, walaupun berjuang di jalan Alloh?” Beliau bersabda: “ walaupun berjuang di jalan Alloh, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak mengizinkan balasan apa–apa dari yang sudah dikorbankannya.” ( HR. Bukhari )
Penjelasan Hadits
Kurtipan hadits tersebut menjelaskan tentang amalan yang disukai Alloh SWT pada awal permulaan bulan Dzulhijjah. Amalan tersebut yakni ibadah puasa shunnah dan mengerjakan seluruh amal ibadah dengan kesungguhan dan hati yang ikhlas. Jika “semua amal ibadah “ dimaknai, akan sangat luas penafsiran dan sudut pandang para ulama. Sehingga pada akhirnya membuat umat muslim dan muslimah bermuara pada keyakinan dengan berlandaskan sumber yang menguatkannya.
Nah berikutnya, dalam hadits tersebut menyebutkan bahwa amal yang disukai Alloh SWT yakni ibadah puasa shunnah. Bulan Dzulhijjah mempunyai jumlah hari yang sama dengan bulan – bulan Dzulhijjah lainnya yaitu berjumlah 29/30 hari. Adapun anjuran dalam melaksanakan puasa shunnah di bulan ini diklasifikasikan sebagai berikut ini :
Puasa pada tanggal 1 – 7 Dzulhijjah
Berpuasa pada hari – hari tersebut merupakan sebuah kesempatan bagi kita sebagai umat muslim dan muslimah dalam menyambut dan memantapkan ibadah pada awal bulan Dzulhijjah. Adapun keutamaannya yakni mempunyai pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun penuh. Adapun beberapa amalan yang menjadi penyempurna puasanya yaitu memperbanyak dzikir, bersedekah, bersholawat dan tadarus Al-Qur’an
Melaksanakan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah
Puasa ini mempunyai istilah lain yaitu puasa tarwiyah. Bersamaan dengan itu, para jemaah haji sedang mempersiapkan segala sesuatu baik fisik, psikis, spiritual dan hal lainnya agar dapat menunaikan puncak rangkain ibadah haji yaitu wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Adapun keutamaan puasa tarwiyah yakni dapat menghapus dosa kecil setahun yang lalu. Bagaimana dengan dosa besar? Berdasarkan ayat – ayat Al Qur’an dan hadits – hadits Rasulullah SAW menyebutkan bahwasanya dosa besar akan diampuni melalui washilah kita melakukan taubat nasuha yakni taubat yang sungguh-sungguh.
Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah
Puasa ini lebih populer dengan nama puasa arafah. Tahukah anda? Penamaan tersebut ternyata masih mempunyai kaitannya dengan ibadah haji. Jika pada tanggal 9 Dzulhijjah jema’ah haji melakukan ibadah wukuf di padang Arafah, maka kita sebagai umat muslim dan muslimah dianjurkan melaksanakan ibadah puasa shunnah. Adapun keutamaannya yaitu dapat menghapuskan dosa – dosa kecil setahun yang akan datang. Amalan – amalan penyempurna ibadah puasa arafah ini hampir sama dengan penyempurna ibadah puasa shunnah pada tanggal 1 – 7 Dzulhijjah dan puasa shunnah tarwiyah ( tanggal 8 Dzulhijjah ), hanya saja terdapat sedikit perbedaan yakni kita dianjurkan untuk mendo’akan para jema’ah haji agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan serta kelancaran sehingga menjadi ibadah haji yang mabrur atau diterima di sisi Alloh SWT.






