Our Blog

Ar-Raudhoh-Qurban

Qurban: Membangun Koneksi Melalui Qurban

Ibadah qurban menjadi salah satu ritual keagamaan pada hari raya Idul Adha. Selain itu, menjadi salah satu mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Dikatakan demikian sebab mengandung nilai–nilai pengorbanan dan semangat berbagi kepada sesama. Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh berperan sebagai jembatan kaum aghniya dalam meraih nilai–nilai tersebut. Hal tersebut diwujudkan melalui Program Tebar Daging qurban untuk Yatim & Dhuafa di pelosok desa. Adapun daerah yang menjadi objeknya yaitu Kecamatan Singajaya, Garut Selatan, sedangkan lokasi proses pengemasannya  di Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh yang berdomisili di kota Bandung. Berikut ini adalah alur dari pelaksanaan programnya :

Setting tempat pengemasan

Area yang dipakai yaitu Aula serba guna pondok. Selanjutnya yaitu pelaksanaan prosesi penyembelihan hewan qurban di Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh Bandung yang direalisasikan oleh para Panitia dan para santri. Alhamdulillah, tahun ini hewan qurban terdiri dari 4 ekor sapi dan 10 ekor domba.

Pengemasan

Langkah berikutnya yaitu pengemasan  daging untuk didistribusikan kepada para aghniya atau mereka yang menitipkan hewan qurbannya. Hal ini dilakukan karena secara hukum fikih mereka pun berhak mendapatkan bagian dari daging qurban.

Pendistribusian Daging Qurban

Sebagian besar dagingnya dikemas dan siap didistribusikan oleh tim Panitia ke wilayah yang menjadi objek dari program ini. Para panitia mengkondisikan para penerima hak daging qurban dan membagikannya sesuai data yang sebelumnya sudah tercatat. Setelah selesai, panitia kembali ke lokasi pengemasan (Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh Bandung). Tidak semua panitia berangkat ke lokasi pendistribusian. Jadi, mereka (panitia yang tetap berada di lokasi pendistribusian) membersihkan dan merapihkan tempat agar dapat digunakan untuk kegiatan seperti biasa.

    Selain menjadi washilah dari bentuk kepedulian terhadap sesama dan sarana mendekatkan diri kepada Alloh SWT, program ini mempunyai beberapa manfaat bagi para yatim & dhuafa penerima haq qurban terutama jika dijalankan secara rutin pada setiap tahunnya. Berikut ini adalah penjelasannya:

    Tercapainya pemerataan distribusi daging qurban

    Selain masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan yang rata–rata terbatas mendapatkan daging qurban bisa menikmati kenikmatan yang sama dalam mengonsumsi daging qurban.

    Terpenuhinya kesejahteraan pangan

    Walaupun belum mensejahterakan pada setiap harinya karena ini merupakan program tahunan, namun sedikitnya mampu memenuhi nutrisi berupa protein hewani.

    Terciptanya senyum bahagia anak–anak yatim & dhuafa

    Pada hari raya idul adha, mungkin sebagian besar anak–anak dengan kemampuan ekonomi keluarganya yang tercukupi dapat menikmati berbagai hidangan yang lezat dan bergizi. Dengan adanya program ini, anak–anak yatim & dhuafa yang terbatas kemampuan ekonomi keluarganya dapat merasakan kebahagiaan yang serupa.

      Selain jarak yang cukup jauh dari kota Bandung menuju kabupaten Garut selatan, maka tidak menutup kemungkinan muncul beberapa tantangan dalam proses pendistribusian daging qurban tersebut. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya:

      1. Keterbatasan Infrastruktur.Tekstur  jalan yang masih kurang baik membutuhkan sopir & kendaraan yang cukup memadai agar perjalanan lancar dan sampai ke lokasi tujuan
      2. Kualitas Daging. Mengingat  daging yang mempunyai sifat cepat membusuk maka pendistribusian harus dilakukan secepatnya agar ketika diterima oleh para penerima hak qurban keadaan daging masih segar dan layak dikonsumsi
      3. Koordinasi dan komunikasi. Pihak yang terlibat meliputi tim program & masyarakat (yang menjadi objek) agar program terealisasi dengan baik.

      Post A Comment

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *