Our Blog

Ar-Raudhoh-Perintah-Menjaga-Sholat

Perintah Menjaga Sholat Fardhu: Kajian kitab Riyadhus Sholihin

Sholat merupakan ibadah paling utama bagi umat Islam. Jika diibaratkan, sholat bernilai angka satu sedangkan amal ibadah lainnya ibarat nol. Maka, permisalannya jika kita sholat lalu ditambah mengerjakan puasa maka poinnya 10. Mengapa demikian? Karena sholat ibarat bernilai 1 dan puasa ibarat bernilai 0. Sebanyak apapun nol, jika tidak ada angka didepannya maka tidak berarti apa–apa. Adapun perintah menjaga sholat baik fardhu maupun sunnah yang Allah sampaikan dalam Al-Qur’an.

Hadits tentang Perintah Menjaga Sholat Fardhu

Dari Mu’adz ra., ia berkata: Rasulullah SAW mengutusku ke Yaman dan bersabda: “ Sungguh, kamu akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab. Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Kalau mereka telah menaati, maka ajarilah mereka (beritahukan mereka) bahwa Allah SWT mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu sehari semalam. Apabila mereka telah menaati, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada mereka sedekah (zakat) yang dipungut dari orang–orang kaya kemudian diberikan kepada orang–orang miskin. Apabila mereka telah menaati, maka peliharalah kehormatan dan harta mereka. Takutlah kamu terhadap do’a orang yang teraniaya, karena tidak ada tirai (penghalang) antara do’a itu dengan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Penjelasan Hadits

Sholat merupakan fondasi agama. Suatu fondasi biasanya menjadi penentu kuat tidaknya sesuatu yang menumpunya. Dalam hadits tersebut bahwa suatu saat Sahabat Mu’adz bin Jabal diutus oleh Rasulullah SAW untuk mengajak para kaum ahli kitab agar beriman kepada Alloh SWT dan Rasulnya (Nabi Muhammad SAW) dan mendirikan sholat fardhu.

Sholat Fardhu yang dimaksud yakni sholat yang dikerjakan di lima waktu. Adapun sholat tersebut yakni sholat dhuhur didirikan sebanyak 4 raka’at, sholat ashar sebanyak 4 raka’at, sholat maghrib sebanyak 3 raka’at, sholat isya sebanyak 4 raka’at, sholat shubuh sebanyak 2 raka’at. Jika dijumlahkan maka menjadi 17 raka’at.

Adapun beberapa cara menjaga Sholat Fardhu yakni sebagai berikut:

Berwudhu Sesuai Tuntunan

Wudhu merupakan membasuh anggota tubuh tertentu agar kita dianggap sah mendirikan sholat. Anggota–tubuh yang harus di basuh yakni wajah, kedua tangan sampai sikut, rambut (dibasuh keseluruhan) dan kedua kaki sampai mata kaki.

Berpakaian yang Rapi dan Suci

Pakaian yang dimaksud tentunya pakaian yang pantas digunakan untuk sholat dan suci (terbebas dari kotoran dan najis). Perlu diingat, bersih saja belum cukup karena belum tentu berada dalam keadaan suci. Selain itu, kategori rapi yakni menutupi aurat.

Menjaga Diri dari Perbuatan Sia–sia

Salah satu contohnya yakni menggaruk atau meraba anggota tubuh pada saat sholat. Selain sia–sia, hal ini pun menjadi salah satu penyebab batal sholat.

Lebih Awal Mendatangi Masjid

Hal ini dilakukan agar mendapatkan shaf pertama sebagai salah salah satu sarana meraih keutamaan dalam sholat. Hal ini berlaku bagi laki–laki. Jika perempuan maka menyesuaikan karena dalam posisi berjama’ah gabungan (laki–laki dan perempuan), perempuan berada di shaf laki–laki yang posisinya paling belakang.

Menjadikan Sholat sebagai Prioritas

Jika sedang berkegiatan maka lalu tiba waktu sholat, maka segeralah hentikan aktifitas tersebut dan segera sholat terkecuali sholat isya ada sebagian ulama fikih yang membolehkan menundanya dengan alasan yang sudah tercantum di ilmu fikih bab sholat.

Menuaikan Bacaan Sholat

Walaupun tidak seluruh bacaan sholat dihukumi wajib (dibaca), namun alangkah baiknya kita menunaikan yang hukumnya tidak wajib untuk meraih keutamaan dan sebagai ikhtiar agar kita fokus perlahan-lahan dalam mendirikan sholat.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *