Ketika Anda melihat surat Al-Kautsar, apa kesimpulan pertama yang ingin disampaikan? seratus buat anda yang menjawab surat dengan jumlah ayat terpendek. Namun tidak hanya itu, Tidak hanya itu, surat ini seringkali menjadi pilihan bacaan dalam sholat karena jumlah ayatnya relatif singkat. Adapun jika memaknai surat Al-Kautsar memiliki banyak makna dan keutamaan. Salah satunya yang sering menjadi panduan yakni dalam memaknai ibadah kurban. Mari kita ulas dalam memaknai ibadah kurban melalui surat Al-Kautsar.
Lafadz Surat Al-Kautsar
Bismillaahirrahmaanirrahiim
- Innaa ‘athoinaa kalkautsar
- Fasholli lirobbika wanhar
- Inna syaani’aka huwalabtar
Dengan menyebut nama Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang
- Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak
- Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Alloh)
- Sungguh, orang – orang yang membencimu dialah yang terputus ( dari rahmat Alloh)
Penjelasan Surat
Dalam surat Al Kautsar, terdapat salah satu ayat yang menjelaskan tentang ibadah kurban. Kurban berasal dari bahasa arab yaitu Qurbaanan yang artinya dekat. Maknanya sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Alloh SWT. Adapun waktu pelaksanaannya yaitu pada tanggal 10 (hari raya idul adha), 11, 12, 13 Dzulhijjah. Boleh memilih diantara tanggal–tanggal tersebut. Adapun hewan yang dikurbankannya yaitu hewan unta, sapi, kambing, domba dan kerbau. Adapun kriteria usianya yaitu berusia minimal 2 tahun untuk sapi dan unta, dan berusia minimal 1 tahun atau sudah pernah tanggal giginya untuk kambing dan unta. Selain itu, untuk kondisi fisik hewannya tidak cacat dan mempunyai berat badan yang proporsional. Dalam praktiknya, satu ekor kambing atau domba dapat dipersembahkan untuk kurban satu orang. Sedangkan seekor sapi dapat dipersembahkan untuk kurban tuju orang (tergantung ketersediaan biaya).
Ibadah kurban pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Pada saat itu, beliau pernah bernadzar untuk membuktikan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT akan rela mengorbankan sesuatu yang dimilikinya termasuk keluarganya. Waktu berlalu, Allah SWT menagih janji tersebut melalui perantara mimpi yakni meminta menyembelih anaknya yang bernama Ismail AS. Dengan penuh ketaatan Nabi Ibrahim AS menyembelih anaknya walaupun dihatinya terdapat rasa sayang luar biasa. Di perjalanan menuju tempat penyembelihan, iblis datang dan berniat menggagalkan rencana tersebut. Namun berbekal tekad dan keimanan yang kuat, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS berhasil melewati ujian tersebut. Pada saat pisau berhasil menyentuh leher Nabi Ismail AS, Allah SWT mendatangkan seekor kambing besar (menggantikan posisi Nabi Ismail AS). Adapun beberapa manfaat dari implementasi ibadah kurban yaitu:
Wujud Kepedulian Sosial
Bagi sebagian orang menikmati hidangan berbahan baku daging tidaklah mudah. Dengan adanya kurban ini menjadi salah satu jalan bagi mereka untuk mewujudkannya.
Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Rakyat
Pelaksanaan kurban tentunya menjadi salah satu dampak positif bagi para pedagang hewan dan peternak. Mengapa demikian? karena mayoritas umat muslim di seluruh dunia menunaikannya. Perlu diperhatikan bagaimana memilah hewan yang akan digunakan untuk berkurban agar pelaksanaan ibadahnya diterima Alloh SWT serta menjadi kemaslahatan bagi umat.
Mengikis Sifat Negatif Kikir
Berkurban berarti mengeluarkan sebagian harta sehingga memupuk sifat dermawan atau suka rela berbagi dengan sesama terutama yang membutuhkan. Selain itu, ibadah kurban mengajarkan kita bahwa pada hakikatnya segala sesuatu milik Allah SWT, kita hanya sebatas diberi amanah.
Wujud Syukur atas Nikmat
Salah satu nikmat yang Allah SWT berikan yaitu rezeki. Wujud nyata dari berterima kasih atau bersyukurnya yaitu menggunakannya di jalan yang diridhoiNYA. Ibadah kurban menjadi salah satu pilihan agar kita menjadi manusia yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT tersebut.






