Our Blog

Ar-Raudhoh-Rajaban-dalam-Suasana-Isra-Mi'raj

Kegiatan Rajaban dalam Peringatan Isra Mi’raj

Pada bulan Januari kemarin merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah yakni bulan Rajab. Seperti yang kita ketahui, pada tanggal 27 januari terdapat sebuah peristiwa agung yakni Peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh nabi sekaligus rasul kita yakni Nabi Muhammad SAW. Tentunya momentum ini menjadi cikal bakal munculnya kegiatan rajaban. Kegiatan rajaban dalam peringatan Isra Mi’raj berisi kegiatan keagamaan sebagai bentuk peningkatan amal ibadah dan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan, Termasuk nikmat sholat yang Allah perintahkan.

Penjelasan Isra dan Mi’raj

Isra yaitu perjalanan yang ditempuh dari Masjidil Haram di kota Mekkah Saudi Arabia hingga Masjidil Aqsha di Palestina. Mi’raj yaitu perjalanan dari Masjidil Aqsha hingga ke Sidratul Muntaha. Dalam tahap ini, Nabi Muhammad SAW melewati lapisan-lapisan langit dan bertemu para nabi yang lainnya. Rasulullah bertemu nabi Adam AS di langit pertama, nabi Yahya AS di langit kedua, nabi Yusuf AS di langit ketiga, nabi Idris AS di langit keempat, nabi Harun AS di langit kelima, nabi Harun AS di langit keenam, dan nabi Ibrahim AS di langit ketujuh. Dari peristiwa Isra Mi’raj tersebut, awalnya muncul perintah sholat fardhu (sholat yang lima waktu) bagi umat islam. Selain itu, peristiwa ini diabadikan di dalam kitab suci Al Qur’an surat Al Isra ayat 1.

Kegiatan Rajaban di Pondok Ar-Raudhoh

Sebagai lembaga yang bergerak dalam keagamaan dengan ajaran agama islam, Pondok Yatim dan Dhuafa Ar-Raudhoh pun menyelenggarakan sebuah tradisi yang bernama Rajaban. Penyebutan tradisi ini bermakna keterkaitan peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi di bulan rajab. Adapun acaranya dikemas menjadi tabligh akbar yang mengikutsertakan–penampilan kreasi seni para santri, santunan dan bakti sosial. Berikut ini merupakan penjelasan alur acaranya:

Penampilan Kreasi Seni para Santri

Dimulai setelah selesai sholat magrib. Adapun kreasi seni yang ditampilkannya yakni Syahril quran, nadzom–nadzom, hafalan ayat Al quran & do’a–do’a, lantunan puisi, tarian islami, dan kabaret. Tujuannya untuk menuangkan ide, minat dan bakat para santri. Selain itu, menghadirkan kebahagiaan dan kebersamaan. Yang tak kalah penting dalam penampilan kreasi seni ini adalah pemilihan kostum yang sesuai namun tetap memperhatikan adab, serta percaya diri yang didukung oleh kesiapan tampil dari pribadi para santri.

Tabligh Akbar

Takbir kabar berarti penyampaian syiar agama Islam yang dikemas dalam bentuk ceramah dan disaksikan serta disimak oleh jemaah. Dalam kesempatan tersebut, berhubung mayoritas jemaah yang hadir ibu–ibu majlis ta’lim setempat maka tema yang diambil yakni 4 jalan masuk surga bagi kaum wanita.

Jalan yang pertama yakni wanita yang menjaga sholat 5 waktu. Hal ini dikarenakan wanita akan lebih banyak waktu tidak sholatnya dibandingkan laki–laki karena udzur syar’i. Maka dari itu gunakanlah kesempatan sebaik–baiknya terutama dalam menjaga kualitas sholat.

Jalan yang kedua yakni wanita yang menyempurnakan puasa di bulan Ramadhan. Hal ini pun masih berkaitan dengan udzur syar’i seorang wanita yakni haid atau nifas. Sehingga puasa di bulan ramadhan pun tidak penuh pelaksanaannya. Mengganti puasa di bulan selain ramadhan menjadi solusi untuk menyempurnakan puasa yang ditinggalkan tersebut.

Jalan yang ketiga yakni wanita yang menjaga kehormatan diri dan keluarganya. Mengapa demikian? Karena seorang wanita lebih rentan dengan fitnah keburukan yang ada di dunia ini. Maka dari itu, wanita harus senantiasa berikhtiar dan berada dalam jalur agama yang dapat menyelamatkan diri dan keluarganya.

Jalan yang keempat yakni wanita yang taat pada suaminya. Ketika ijab dan qabul pada saat akad pernikahan terucap, maka seluruh tanggung jawab mendidik seorang ayah perempuan berpindah ke pundak suaminya. Maka dari itu, taatilah perintahnya (suami) selama masih dalam kebaikan tanpa mengabaikan bakti  kepada kedua orang tua. Poin terpentingnya fahami keduanya. Karena taat kepada suami dan bakti kepada kedua orang tua adalah dua hal yang berbeda dalam sudut pandang ajaran agama islam.

Santunan dan Bakti sosial

Adapun para penerima manfaatnya yaitu anak–anak yatim dan kaum dhuafa yang ada di lingkungan sekitar. Tujuannya yaitu memberi kebahagiaan dan salah satu aksi nyata dakwah segi ekonomi.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *