Our Blog

Ar-Raudhoh-Keutamaan-Menyegerakan-Berbuka

Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa: Kitab Riyadhus Shalihin

Salah satu kebahagiaan bagi orang yang sedang berpuasa di bulan suci ramadhan ini yakni ketika tibanya waktu berbuka. Waktu berbuka ditandai dengan terbenamnya matahari di arah barat serta identik dengan dikumandangkannya adzan maghrib. Ya, menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa tentunya bukan perkara yang cukup mudah. Serta tentunya beraneka godaan akan menghampiri baik yang datang dari diri pribadi maupun orang lain. Adapun ketika datang waktu berbuka maka kita dianjurkan untuk segera membatalkan puasa. Selain itu, Rasulullah SAW berpesan mengenai keutamaan menyegerakan berbuka puasa melalui hadits berikut:

Hadits Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa

Dari Abu Ibrahim Abdullah bin Auf ra., ia berkata: Kami pergi bersama–sama dengan Rasulullah SAW. Sedangkan beliau sedang berpuasa. Ketika matahari terbenam beliau bersabda kepada salah seorang di antara para sahabat: “Wahai Fulan, turunlah dan buatkan makanan untuk kami.” Ia menjawab: “Wahai Rasulullah, nanti sore saja.”Beliau bersabda: “Turunlah dan buatkan makanan untuk kami.” Ia berkata: “ Sesungguhnya hari masih siang.” Beliau bersabda lagi: “Turunlah dan buatkan makanan untuk kami.” Abu Ibrahim berkata: “ kemudian si Fulan turun dan membuatkan makanan untuk para sahabat. Rasulullah SAW minum lantas bersabda: “Apabila kalian mengetahui bahwa waktu malam sudah datang dari sini, maka orang yang berpuasa boleh berbuka.” Beliau menunjuk ke arah timur. ( HR Bukhari dan Muslim ).

Penjelasan Hadits Keutamaan Menyegerakan Berbuka

Hadits tersebut menjelaskan tentang gambaran kondisi alam pada saat tibanya waktu berbuka puasa. Serta anjuran menyegerakan berbuka puasa walaupun di langit masih sedikit terlihat semburat cahaya terang atau belum gelap sepenuhnya. Kemudian, dijelaskan pula bahwa pada hakikatnya ajaran agama islam memberi toleransi pada kondisi fisik manusia seperti halnya rasa penat setelah sehari penuh berpuasa. Maka segeralah berbuka atau mengonsumsi minuman atau makanan untuk menghilangkan rasa penat tersebut.

Hadits Mengenai Sholat Maghrib dan Berbuka

Dari Abu Athiyyah ra., ia berkata: Aku bersama Masruq datang kepada ‘Aisyah ra. Kemudian Masruq berkata kepadanya: “ Ada dua sahabat Nabi Muhammad SAW yang masing–masing ingin mengejar kebaikan, dimana salah seorang dari keduanya itu segera mengerjakan mengakhirkan sholat Maghrib dan berbuka, sedangkan yang lain berbuka dulu kemudian sholat magrib.”Aisyah bertanya: “Siapakah yang segera mengerjakan sholat Magrib dan berbuka?” Masruq menjawab: “ Abdullah bin Mas’ud.”Kemudian Aisyah berkata: “. Demikianlah yang diperbuat oleh Rasulullah SAW.” (HR Muslim)

Hadits tersebut menjelaskan tentang perbedaan pola para sahabat di zaman Nabi Muhammad SAW pada saat berbuka puasa. Golongan pertama yakni menyegerakan berbuka puasa terlebih dahulu kemudian mendirikan sholat magrib. Golongan kedua yakni mendirikan sholat magrib terlebih dahulu kemudian berbuka puasa. Pada prinsipnya, Rasulullah SAW tidak melarang keduanya namun jika ingin mendapatkan pahala sunnah maka kita dapat mengambil opsi yang pertama.

Amalan Berbuka yang Memberikan Nilai Ibadah

Setelah memahami penjelasan hadits tentang menyegerakan berbuka puasa. Berikut ini adalah hal–hal yang boleh kita lakukan agar berbuka puasa tidak sekedar makan dan minum namun menjadi nilai ibadah di sisi Allah SWT:

  1. Membaca do’a berbuka puasa. Lafaz do’anya yaitu Allohumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamarraahimiin”. Diperbolehkan jika ada lafaz do’a yang lain karena dalam ilmu fiqih terdapat ikhtilaf atau perbedaan ulama dalam berpendapat.
  2. Berbuka dengan tiga biji buah kurma. Menurut ilmu gizi serta medis buah kurma memiliki keistimewaan yakni penyedia energi yang instan serta alami bagi tubuh manusia sehingga dapat mengembalikan energi yang hilang selama berpuasa. Hal ini dilakukan jika buah kurma tersedia. Jika tidak maka boleh menggunakan alternatif lain seperti air minum hangat atau yang lainnya.

Nah, itulah penjelasan hadits tentang Keutamaan menyegerakan berbuka puasa ya teman–teman. Semoga kita senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, kelancaran serta keberkahan sehingga dapat memaksimalkan seluruh ritual dan amal shalih di bulan suci ramadhan tahun ini.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *