Salah satu agenda rutin yang berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang ada di Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh yaitu kajian yang mengupas tuntas sejarah Kebudayaan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam rabu setelah selesai mendirikan sholat magrib. Adapun pelaksanaan kajian ini didasarkan atas beberapa dampak positif yang didapat. Mari kita ulas salah satu kajian yang dilaksanakan santri Ar-Raudhoh ini.
Kajian Sejarah Kebudayaan Islam
Memaknai Nilai Sejarah
Apa yang terlintas di benak anda pada saat mendengar kata sejarah? Ya, seratus poin yang didapat jika menerka sesuatu yang berkaitan dengan tokoh, tanggal, bulan, tahun dan tempat suatu kejadian. Bila dimakanai secara luas, sejarah yakni kejadian dimasa lalu yang urutannya menyeluruh serta mempunyai nilai pengetahuan & hikmah bagi para generasi berikutnya. Dengan memaknai sejarah, kita bisa memahami bagaimana pemikiran bisa lahir, tumbuh serta berkembang. Selain itu, kita pun akan memahami bahwa hukum alam serta kekuasan Alloh SWT sangat berpengaruh terdapat keberlangsungan suatu bangsa.
Memaknai Kebudayaan
Kebudayaan dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan kebiasaan yang bersumber dari akal dan budi pekerti manusia. Jika dilihat dari wujudnya, kebudayaan dibagi menjadi 3 bagian yaitu: pertama kebudayaan yang bersifat abstrak seperti aturan, norma atau nilai–nilai yang berlaku di masyarakat. Kedua kebudayaan yang bersumber dari prilaku manusia seperti cara berkomunikasi, tata cara beribadah dan sebagainya. Ketiga kebudayaan yang merupakan hasil karya tangan manusia itu sendiri seperti pakaian, alat musik universal maupun masing–masing daerah dan sebagainya.
Kebudayaan Islam
Islam dalam konteks ini dimaknai dengan proses perjalanan tumbuh kembang ajaran agama islam dan semua hal yang terlibat di dalamnya sejak alam semesta ini diciptakan hingga nanti akhir zaman. Tidak hanya itu, islam dalam konteks ini berperan sebagai perekat kesatuan umat dalam membentuk berbagai negara dengan pemerintahannya serta peradaban yang dihasilkan.
Pelaksanaan Kajian
- Para santri mendirikan rangkaian sholat magrib berjama’ah, setelah itu tadarus bersama sesuai target yang ditetapkan.
- Para santri bersiap menuju ruangan yang biasa digunakan untuk kajian sejarah kebudayaan islam. Alat tulis serta buku yang diperlukan dipastikan sudah para santri siapkan.
- Setelah para santri dan pengajar berkumpul, kegiatan diawali dengan berdo’a bersama lalu pengajar membuka agenda kegiatan, menyebutkan materi yang akan dipelajari beserta pengantarnya, setelah itu memasuki tahap penyampaian materi oleh pengajar, dilanjutkan dengan sesi interaktif yakni sesi tanya jawab dan check kembali pemahaman santri agar pengajar dapat mengukur kemampuan tiap individu santri.
- Setelah waktu pembelajaran dirasa cukup, ditutup dengan do’a dan semua yang terlibat merapikan tempat belajar dan bersiap melaksanakan aktifitas berikutnya.
Ruang Lingkup Materi yang dipelajari
- Sejarah Para Nabi dan Rasul
- Sejarah Para Ulama
- Sejarah Para Tokoh Muslim inspiratif
- Sejarah Peradaban dan Kontruksi Islam
Manfaat Mempelajari Sejarah
- Mengambil hikmah, kebijaksanaan serta keberhasilan orang–orang atau para tokoh terdahulu.
- Sebagai seorang santri, selain dapat meningkatkan rasa cinta terhadap agama melalui teladan para tokoh muslim terdahulu, dapat pula meningkatkan rasa cinta terhadap budaya.
- Meningkatkan pemahaman terhadap Sunatullah. Yaitu memahami bahwa dalam hidup ini hukum sebab–akibat pasti berlaku sehingga sikap rendah hati menjadi tuntunan agar kita senantiasa memperoleh keberhasilan serta ketentraman bathin. Hal ini dapat diambil dari kisah para bangsa–bangsa terdahulu.
- Melatih berpikir kritis serta analitis. Belajar sejarah berarti mengenal urutan peristiwa, tanggal, tahun serta tokoh yang terlibat di dalamnya. Sehingga membantu otak dalam menata pola–pola ketika berpikir sesuatu terutama menyelesaikan masalah.






