Pekan ini, Pondok Yatim dan Dhuafa menyelenggarakan kegiatan yang menjadi salah satu programnya. Yatim Ceria, itulah nama programnya. Adapun pihak yang berpartisipasinya yaitu anak–anak yang tinggal di pondok serta anak–anak yatim yang berada di lingkungan sekitar pondok.
Tujuan Kegiatan Yatim Ceria
Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu:
Memberikan Kesan Rasa Disayangi
Seorang anak yang ditinggalkan satu atau kedua orang tuanya tentu membutuhkan waktu untuk berdamai dengan keadaan. Frekuensi cepat atau lambatnya tergantung kondisi dan faktor yang dihadapi si anak. Kasih sayang yang dulu pernah bahkan lama tercurah tidak lagi dirasakan, sehingga uluran kasih sayang berupa tenaga, moril maupun materil sangat berarti untuk mereka.
Mendatangkan Suasana yang Ceria
Disadari atau tidak, dampak ditinggalkan oleh orang terdekat terutama orang tua memberi rasa kehilangan yang cukup luar biasa terutama jika di rumah kurang mendapat perlakuan yang semestinya di dapat oleh si anak. Momen yang dikemas dalam program ini perlahan tapi pasti menghadirkan keceriaan bagi semua yang terlibat.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Program tersebut tentunya melibatkan berbagai pihak yakni pihak pondok sebagai penyelenggara, para donatur dan anak – anak yatim yang dihadirkan. Pihak pondok berperan sebagai jembatan, para donatur sebagai salah satu washilah atau jalan berjalan lancarnya kegiatan, begitu juga anak–anak yatim yang dihadirkan menjadi pihak penerima manfaat dari program yang diselenggarakan tersebut.
Menggali Minat serta Bakat
Didalam pelaksanaan program tersebut terdapat kegiatan bertema edukatif yang mampu menstimulasi minat dan bakat si anak seperti berani tampil di depan umum. Perlahan tapi pasti, melalui kegiatan ini minat dan bakat si anak akan terasah dengan baik.
Menambah Ilmu Pengetahuan Agama
Berlatar belakang lembaga yang menjunjung tinggi nilai–nilai islam, tentunya diselipkan materi keagamaan dan panduan praktik tata cara ibadah.
Rangkaian Kegiatan
Setelah mengetahui beberapa tujuannya, berikut ini adalah rangkaian acaranya:
- Sholat duha, setelah semua pihak yang terlibat berkumpul rangkaian pertama yakni pelaksanaan solat duha di ruangan yang telah disediakan.
- Pembukaan, setelah solat duha selesai dilanjutkan dengan membuka rangkaian acara oleh MC yang telah ditugaskan.
- Penampilan Hadroh, acara dilanjutkan dengan menampilkan kreasi dari anak–anak pondok yaitu kesenian islami hadroh. Beberapa buah sholawat dilantunkan sebagai awal untuk menghidupkan suasana ceria dan semangat semua pihak yang terlibat.
- Istighotsah, rangkaian ini bermakna bermunajat kepada Allah SWT yang diawali dengan tawasul, lantunan surat – surat juz 30 yang selaras dengan mayoritas hafalan anak–anak yang ikut serta. Dalam pelaksanaannya, dipimpin oleh salah satu pengurus pondok agar tercipta suasana khidmat.
- Perkenalan anak–anak yang dihadirkan, berisi pemaparan singkat mengenai pribadi serta latar belakang anak – anak yang dihadirkan agar tercipta suasana hangat dan khidmat.
- Games/permainan edukatif, rangkaian ini bertujuan memberi kesan hiburan namun tetap dalam batas etika yang dijunjung. Anak – anak terlihat begitu antusias dan kooperatif. Adapun games / permainan yang dihadirkan beberapa diantaranya menggunakan media musik pendukung agar suasana menjadi hidup dan berwarna.
Penutup
Setelah rangkaian games/permainan dirasa cukup dan sesuai dengan waktu yang diagendakan, anak–anak kembali duduk rapih dan bersiap mengikuti instruksi berikutnya. Di akhir rangkaian, anak–anak yang dihadirkan menerima manfaat berupa bantuan materiil. Setelah rangkaian acara selesai, MC menutup acara dan pihak yang terlibat dipersilahkan melanjutkan aktifitasnya.






