Berbagai literatur menyatakan bahwa kehidupan di alam dunia ini akan berakhir. Selain waktunya yang pasti akan terjadi, Allah SWT pun memberikan tanda–tanda kepada kita agar senantiasa mengingat dan mempersiapkan diri untuk menghadapi peristiwa tersebut. Dari sekian banyak tanda yang Allah berikan salah satunya yakni munculnya dajjal. Mari kita ulas singkat fenomena munculnya dajjal sebagai tanda kiamat berdasarkan beberapa hadist yang dibahas berdasarkan kitab Riyadhus Shalihin.
Hadits tentang Munculnya Dajjal sebagai Tanda Kiamat
Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Dajjal keluar, seorang laki–laki mukmin menghadapnya, kemudian ia disambut oleh para pengawalnya dengan pedang terhunus. Mereka bertanya: “ Hendak kemana engkau?” Dia menjawab: “ Saya ingin bertemu dengan orang yang keluar ini (Dajjal).” Mereka bertanya lagi: “ Apakah engkau beriman kepada Tuhan kami.” Dia menjawab: “ Tidak ada yang tersembunyi dari Tuhan kami.” Mereka berkata lagi: “ Bunuh saja dia”. Sebagian yang lain mengatakan: “ Bukankah Tuhan kita melarang membunuh seorang tanpa perintahnya?” Maka mereka pun membawa orang tersebut ke hadapan Dajjal. Ketika orang mukmin tersebut melihatnya, ia berkata: “ Hai manusia, ini adalah Dajjal yang diceritakan oleh Rasulullah SAW” Maka Dajjal pun memerintahkan agar orang tersebut dibelenggu, ia berkata: “ Tangkap dia dan pecahkan kepalanya.” Maka punggung dan kepala orang tersebut dipukuli.
Kemudian Dajjal bertanya: “Apakah kamu beriman kepadaku?” Ia menjawab: “ Engkau adalah al-Masih yang pendusta!” Maka Dajjal memerintahkan agar orang tersebut dibelah dari ujung kepala hingga ke kakinya. Lalu Dajjal berjalan melewati tengah dua bagian tubuh yang telah berpisah itu. Kemudian berkata: “Berdirilah!.” Tubuh yang telah terpisah itu pun berdiri (menyatu). Dajjal bertanya lagi: “ Apakah engkau mau beriman kepadaku?” Orang mukmin itu pun menjawab dengan tegas: “ Aku semakin yakin, dan semakin mengenal dirimu yang sebenarnya.” Kemudian orang mukmin itu berseru: “ Wahai umat manusia, sesungguhnya ia tidak akan dapat berbuat apa–apa lagi setelah yang diperbuatnya terhadap diriku.” Maka Dajjal menangkapnya untuk disembelih, tetapi Allah SWT menghilangkan tembaga kuat pada lehernya, sehingga ia tidak sanggup menyembelihnya. Maka Dajjal melemparkannya ke neraka (Dajjal) padahal yang sebenarnya ia dilemparkan ke arah tempat masuknya surga.” Rasulullah SAW menegaskan ia adalah orang mukmin yang kesaksiannya paling hebat di sisi Allah, Tuhan semesta alam.” (HR. Muslim).
Penjelasan Hadits
Hadits tersebut memperlihatkan kurang lebih terdapat empat poin besar sekaligus merupakan reminder untuk kita agar senantiasa berikhtiar untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Di antaranya yaitu:
Ujian Keimanan yang Dahsyat
Dajjal memiliki tipu daya dan kekuatan hebat untuk meruntuhkan pertahanan keimanan seseorang. Ya, mayoritas dari kita sebagai makhluk yang mempunyai naluri manusiawi tentunya muncul rasa takut ketika nyawa menjadi taruhan suatu hal. Namun berbekal keimanan yang kuat serta ikhtiar, taqwa akan mampu mengalahkan tipu daya Dajjal tersebut.
Keteguhan Seorang Mukmin
Dalam hadits tersebut diceritakan karakter seorang muslim yang selamat dari tipu daya Dajjal berbekal keimanan dan ketaqwaan yang kuat. Ini juga menjadi sebuah inspirasi khususnya bagi diri kita masing-masing.
Bentuk Nyata Pertolongan Allah SWT
Pada hakikatnya kejahatan tidak mampu mengalahkan kebaikan. Tipu daya Dajjal yang mengandung kejahatan pada akhirnya akan kalah dengan pertolongan Allah SWT yang mendatangkan kebaikan berlipat.
Lemahnya Kekuatan Jahat
Sering kali orang–orang menyakiti atau disakiti oleh kekuatan jahat. Namun hadits tersebut membuktikan bahwa kebaikan akan selalu menjadi pemenangnya tentunya dengan izin Allah SWT.






