Our Blog

Ar-Raudhoh-Momen-Nyate-Bersama

Momen Nyate Bersama: Idul Adha 1447 H Ar-Raudhoh

Berbagai kalangan dan individu muslim di belahan bumi manapun tentunya tidak asing dengan salah satu ritual berkurban. Ya, ritual ini berada di Hari Raya Idul Adha. Berkurban berarti menyembelih hewan yang sudah ditentukan spesifikasinya. Setelah ritual tersebut selesai, biasanya akan menghadirkan daging hewan hasil sembelihan tersebut. Ya, daging tersebutlah yang dijadikan bahan baku untuk melaksanakan salah satu momen yang identik dengan hari raya tersebut. Kita kenal dengan istilah Nyate. Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh merupakan satu di antara banyaknya kalangan yang melakukan momen tersebut. Diikuti oleh semua warga pondok dalam melaksanakan momen nyate bersama.

Apa itu Nyate?

Nyate merupakan kegiatan mengolah daging kurban dengan cara di potong kecil-kecil lalu di tusuk–tusuk, dilumuri bumbu, dibakar lalu dinikmati dengan dengan siraman bumbu (setelah matang) sesuai selera. Bumbu yang dipakai biasanya bumbu kacang cair & kecap atau bumbu kecap yang diberi tambahan irisan cabai dan bawang merah. Dapat disajikan bersama nasi putih, lontong atau menu pendamping lainnya. Nyate bersama di pondok seringkali menjadi kegiatan rutin dilakukan karena momentumnya hanya datang setahun sekali walaupun di hari atau bulan selain Dzulhijjah bisa saja dilakukan namun suasananya akan terasa berbeda.

Tujuan Momen Nyate Bersama

Adapun tujuan diadakannya momen tersebut yakni:

Menumbuhkan Kemandirian dan Tanggung Jawab

Poin ini didapat dari menyiapkan bahan dan peralatan, ikut serta dalam proses pembuatannya, serta membersihkan peralatan yang digunakan.

Melestarikan Budaya Pondok

Pondok identik dengan momen yang bernuansa kebersamaan. Nyate merupakan kegiatan yang termasuk kategori tersebut. Berkumpul dan menikmati hidangan bersama menjadi ciri yang khas dari kegiatan ini.

Mengobati Rasa Rindu kepada Keluarga

Pada hari raya Idul Adha, biasanya para santri tidak melakukan mudik atau pulang ke kampung halamannya masing – masing. Rasa ingin bertemu dan berkumpul dengan anggota keluarga sudah dipastikan dirasakan oleh mereka. Dengan momen nyate bersama ini mampu mengobati rasa rindu tersebut.

Alur Kegiatan

Itulah beberapa tujuan dari momen nyate bersama. Tujuan–tujuan tersebut dapat dicapai jika semua yang terlibat melaksanakan dengan sepenuh hati. Berikut ini adalah alur kegiatannya:

  1. Persiapan, Para pengurus mengondisikan pembagian tugas seperti memotong daging, memasukkannya ke dalam  tusukan, membuat bumbu bakarnya, membuat bumbu matangnya serta menyiapkan peralatan yang diperlukan
  2. Pengumpulan alat dan bahan, diantaranya yakni daging yang dijadikan sate beserta bahan bumbu – bumbunya, peralatan seperti tusuk sate, arang, tungku, wadah, pisau dan lain – lain
  3. Pengkondisian lokasi, Adapun lokasi yang dipilih yaitu halaman pondok yang sudah di setting sedemikian rupa
  4. Pengolahan daging, daging yang sudah tersedia dipotong – potong kecil, dimasukkan ke dalam tusukan sate lalu dilumuri dengan bumbu bakarnya. Setelah itu sate dibakar si tungku dengan nyala api sedang
  5. Penyajian, sate – sate yang sudah matang di sajikan diatas wadah yang telah disediakan. Semua yang terlibat dikondisikan untuk menikmatinya. Sate disajikan dengan nasi putih hangat. Satu orang memimpin do’a sebelum makan sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah Alloh SWT berikan
  6. Penutup kegiatan, kegiatan ditutup dengan berdo’a bersama, membersihkan dan merapikan peralatan serta tempat yang digunakan untuk kegiatan nyate bersama

Demikianlah uraian singkat kegiatan Nyate Bersama di Pondok Yatim dan Dhuafa Ar–Raudhoh pada tahun ini.  Semoga tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Idul Adha tahun bersama.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *