Our Blog

Ar-Raudhoh-Berbuat-Baik-terhadap-Orang-Sakit

Berbuat Baik terhadap Orang Sakit: Riyadhus Shalihin

Tidak sesuainya antara keinginan dan kenyataan dapat dikatakan sebagai ujian. Salah satu bentuknya yakni saat kondisi tubuh terasa melemah sehingga membuat tubuh jatuh sakit. Ujian yang satu ini tidak mengenal apapun termasuk jenis kelamin, usia maupun status sosial. Selain itu, kondisi psikis pun senantiasa ikut terganggu akibat berkurangnya nikmat fisik yang dirasakan. Kehadiran dan dukungan dari orang–orang terdekat (secara garis keturunan maupun hubungan sosial) menjadi salah satu washilah atau jalan tumbuhnya semangat dari dalam jiwa orang yang sedang tertimpa ujian tersebut. Tentunya sebagai seorang muslim, Rasulullah senantiasa mengajarkan anjuran berbuat baik terhadap orang sakit. Anjuran ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan solidaritas antar sesama umat manusia dengan mendukung dan mendoakan manusia lainnya ketika sedang tertimpa ujian.

Hadits Anjuran Berbuat Baik terhadap Orang Sakit

Dari Imran bin Hushain ra. bahwasannya ada seorang wanita dari Juhanah datang kepada Nabi SAW dimana ia sedang hamil karena berbuat zina. Ia berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah, aku terkena hukuman had maka laksanakanlah had itu terhadap diri aku.” Kemudian Nabiyullah SAW memanggil wali wanita itu dan bersabda: “ Rawatlah baik–baik wanita ini, dan apabila telah melahirkan, maka dibawalah ke hadapan Nabi SAW kemudian wanita itu diikat bajunya lantas beliau menyuruh untuk merajamnya, dan setelah ia meninggal dunia maka beliau menyolatkannya.

Penjelasan Hadits Anjuran Berbuat Baik terhadap Orang Sakit

Hadits tersebut menjelaskan tentang contoh nyata memperlakukan dengan baik seseorang di saat sakit bahkan kondisi fisik dan psikisnya sangat terpuruk. Objeknya yakni seorang wanita yang sedang mengandung dengan kondisi mental yang sangat terpuruk karena perbuatan yang akan ia sesali seumur hidupnya. Nabi Muhammad SAW menganjurkan tidak mengeluarkan kata–kata yang tidak baik dari lisan para sahabatnya, merawat kondisi lahiriahnya dengan penuh rasa sabar dan kasih sayang, menunda hukuman yang semestinya ia tanggung demi menjaga hak–hak kemanusiaannya yang tidak boleh diabaikan, serta tetap melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim jika terdapat kasus yang serupa tentunya sesuai tuntunan ajaran agama islam.

Hal yang Dianjurkan saat Menjenguk Orang Sakit

Berkaitan dengan tersebut. Berikut ini adalah sikap yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari apabila terdapat anggota keluarga, kerabat, sahabat, tetangga yang sedang sakit:

  1. Menjenguk dan mendo’akannya, hal ini dapat meringankan beban sakit secara fisik maupun psikis.
  2. Bertutur kata yang lembut, hal ini melahirkan ketenangan bagi hati orang yang sakit sehingga berkurang rasa sedih yang menimpanya.
  3. Memberi hadiah berupa hidangan atau uang untuk tambahan biaya berobat. Sebagai bukti kasih sayang dari kita terhadap beliau (orang yang sakit) dan meringankan beban finansialnya.

Hal yang Tidak Dianjurkan saat Menjenguk Orang Sakit

Selain sikap yang semestinya kita tunaikan, berikut ini adalah beberapa hal yang tidak dianjurkan saat menjenguk orang sakit:

  1. Berkunjung dengan waktu yang relatif lama. Hal ini akan mengurangi kualitas waktu istirahat orang yang sakit.
  2. Berbicara atau mengobrol dengan suara yang lantang. Berbicara dengan intonasi yang lembut akan melahirkan suasana menenangkan bagi suasana yang tercipta di rumah orang yang sedang sakit.
  3. Membahas detail penyakitnya, motivasi agar ia semangat sembuh sangat dibutuhkan agar beban pikiran mengenai penyakit yang menimpanya sedikit berkurang.
  4. Mengonsumsi makanan yang menjadi hak orang sakit. Merayu dengan lembut agar ia berkenan menyantap makanannya dianjurkan agar asupan gizi untuk tubuhnya terpenuhi sedikit demi sedikit.
  5. Menangis secara berlebihan di hadapan orang sakit. Menghadirkan sikap tenang dan berusaha menguatkan si sakit dianjurkan agar beban sedihnya tidak bertambah.

Penutup

Dalam menjalani setiap episode yang menjadi bagian skenarionya, semoga kita menjadi hamba yang senantiasa meringankan beban sesama dengan penuh kasih sayang, bukan berniat mendekat hanya untuk menghakimi. Tentunya tidak ada yang tahu kapan waktunya kita menjadi orang yang menjenguk dan orang yang dijenguk, maka semestinya kita harus terus berbuat baik agar kebaikan tersebut kembali kepada diri kita sendiri.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *