Dunia dan arus informasi mengalami perkembangan yang sangat cepat. Ya, rutinitas seseorang tidak hanya dinikmati oleh dirinya sendiri melainkan hadir di berbagai platform media sosial sebagian besar masyarakat. Dahulu, kurikulum pesantren kental dengan tradisinya yakni menikmati momen tanpa diketahui oleh manusia lainnya. Mengambil prinsip berdasarkan pernyataan dalam kalimat kedua pada dasarnya termasuk dalam batas wajar selama berorientasi pada hal yang positif. Tentunya melalui konten kreatif dan edukatif dapat mengubah alur perkembangan zaman dan teknologi menjadi sarana dakwah dan ajakan sesama muslim.
Konten Kreatif di Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh
Pondok Yatim dan Dhuafa Ar-Raudhoh melalui platform media sosialnya menyajikan berbagai kegiatan para santrinya, program – program unggulannya, pesan motivasi dan lain–lain. Ya, hal ini menjadi kesempatan untuk membuka jendela informasi agar syi’ar agama islam dapat dinikmati oleh berbagai kalangan kapan pun dan di mana pun mereka berada. Berikut ini merupakan beberapa tujuannya:
Sarana Dakwah dan Penyampaian Ilmu
Generasi muda mayoritasnya aktif di berbagai platform media sosial. Tentunya, beragam informasi mereka nikmati. Menyampaikan dakwah dan ilmu pengetahuan lainnya menjadi kesempatan agar syi’ar agama terhubung ke dalam memori dan hatinya. Ide yang disajikan lebih mudah diterima apabila konsepnya santun dan mudah dipahami.
Memperkenalkan Identitas Pondok
Hal ini membuktikan bahwa pondok pesantren tetap relevan dengan perkembangan zaman serta tetap menjalin silaturahmi dengan masyarakat luas tentunya dengan i’tikad yang baik.
Salah Satu Referensi dalam Praktik Kehidupan
Menjalani setiap episode yang menjadi skenario Allah SWT tentunya berdasarkan tuntunan ajaran agama islam agar memperoleh hasil dan hikmah yang baik. Konten berupa ilmu pengetahuan singkat seperti tips ibadah harian dan motivasi dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik.
Pembuatan Konten Kreatif
Setelah mengetahui beberapa tujuannya, berikut ini adalah alur dalam pembuatan kontennya:
Penentuan Tema
Adapun beberapa tema yang dipakai yakni rutinitas santri, materi keagamaan serta trend sederhana yang berkaitan dengan pola hidup santri.
Menetapkan Pesan yang Dapat Diambil
Setelah temanya dipilih langkah berikutnya yakni mengambil pesan yang jelas serta bermanfaat bagi kehidupan. Biasanya, dari satu video terdapat satu atau beberapa pesan.
Membuat Naskah Sederhana
Video yang akan dibuat ditentukan terlebih dahulu poin–poin pentingnya agar audiens memahami dengan baik.
Memastikan Kualitas dan Kebenaran Konten
Sebelum dibuat videonya pastikan terlebih dahulu kualitas dan kebenarannya melalui check ulang dari sumbernya (buku, media sosial maupun narasumber).
Menentukan Tipe Pengambilan Video
Adapun beberapa tipenya yakni membaca teks, berbicara langsung dengan menggunakan gestur, atau di dokumentasikan pada saat para santri berkegiatan.
Perekaman Konten
Siapkan alat yang diperlukan berupa kamera dengan pencahayaan terang, tongkat penopang kamera (jika diperlukan) serta pilih tempat yang tidak menggangu proses perekaman. Santri yang berada dalam rekaman dilatih terlebih dahulu agar ia merasa percaya diri dan proses merekam berjalan lancar. Pada saat pengeditan videonya, boleh ditambahkan suara atau teks keterangan agar video menarik pada saat disajikan. Pastikan suara rekamannya terdengar jelas dan tampilan gambarnya terlihat terang. Pakaian yang digunakan perekaman hendaknya bersih, rapih dan menutup aurat.
Penerbitan Video
Langkah terakhir yaitu menggugah video. Cantumkan caption dan tanda tagar yang relevan. Ketika video telah terbit, komentar dari para audien sudah dipastikan masuk. Menjawab dengan ramah dan sopan adalah dua hal yang paling dianjurkan. Jadikan kritik sebagai penyemangat agar ke depannya lebih baik, jika ternyata yang hadir adalah pujian maka dikembalikan kepada dzat pemilik segala pujian.






