Pekan ini, para santri Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh melaksanakan rihlah ke Tasikmalaya. Agenda tersebut tidak hanya bertujuan menenangkan suasana hati sejenak, namun menjadi sarana untuk merajut tali silaturrahmi. Mengapa demikian? Karena tempat yang dikunjungi masih bagian dari kelembagaan pondok. Yuk, kita simak keseruan kegiatannya.
Rihlah dan Pentas Kreasi Seni
Perjalanan dimulai pada hari Sabtu pagi, dari Bandung menuju Tasikmalaya menempuh kurang lebih tiga jam menggunakan fasilitas kendaraan darat. Tiba di sana, Para santri di intruksikan untuk merapikan pakaian dan beberapa peralatan yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung. Setelah selesai, pada pukul setengah dua belas siang para santri di instruksikan untuk mendirikan sholat dzuhur berjama’ah. Sholat dhuhur selesai didirikan, agenda dilanjutkan dengan persiapan dan gladi bersih. Sebagian para Pengurus pondoknya menyiapkan makan sore.
Pukul empat sore acara pentas kreasi seni diawali oleh lantunan sholawat yang diiringi oleh musik hadroh. Kurang lebih sepuluh menit, acara dilanjutkan dengan penampilan–penampilan santri dari kelas terendah. Acara yang ditampilkan beragam. Lantunan hafalan Al qur’an, Lantunan do’a harian, puisi islami, drama musikal, tarian islami dan lain – lain. Acara berlangsung hingga pukul lima sore karena akan dilanjutkan setelah waktu magrib. Tepat pukul lima sore, para santri diintruksikan untuk melaksanakan makan bersama. Menjelang adzan magrib para santri susah berkumpul di mesjid sebagai persiapan agenda solat magrib berjama’ah.
Setelah rangkaian solat magrib dilaksanakan, para santri kembali bersiap untuk melanjutkan acara pentas kreasi seni. Semakin malam, acara bertambah meriah karena penampilan yang dibawakan bervariasi namun tetap bertema islami. Acara pentas kreasi seni berlangsung hingga pukul setengah sembilan malam. Tepat pukul setengah sembilan malam, acara dilanjutkan dengan muhasabah, do’a dan mauidhotil hasanah yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok dan jajaran pengurusnya. Tema yang diangkat yakni 3 amalan yang dicintai Allah SWT. Poin – poinya yakni sholat tepat pada waktunya, berbuat baik kepada kedua orang tua dan berjuang di jalan Allah SWT. Acara berakhir pada pukul setengah sebelas malam. Semua yang terlibat merapikan tempat yang digunakan untuk pelaksanaan acara dan bersiap untuk istirahat. Keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan persiapan perjalanan pulang.
Hikmah Kegiatan Rihlah
Setelah mengetahui keseruan kegiatannya, berikut ini adalah beberapa hikmah yang dapat diambil dari rangkaian kegiatan tersebut:
- Menjemput keberkahan, pertemuan biasanya menghadirkan untaian do’a ketika akan berpisah. Selain itu, langkah kaki atau perjalanan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal kebaikan. Ya, adanya keberkahan berarti bertambahnya nilai – nilai kebaikan.
- Bertukar pengalaman, sistem atau kurikulum pembelajaran yang dipakai mungkin sama akan tetapi suasana yang tercipta pada saat pembelajaran berlangsung terdapat pasti cukup berbeda. Momen rihlah ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar cerita selama kegiatan terutama pada saat pembelajaran materi berlangsung.
- Melatih sikap rendah hati, hal ini tercermin dari kebersamaan yang terjalin pada saat kegiatan berlangsung. Bersikap hormat dan saling menyayangi kepada semua pihak yang terlibat.
Saling menguatkan satu sama lain, berjuang di jenjang pendidikan bukan hal yang sangat mudah namun tidak mustahil berhasil. Ada fase semangat yang terkadang melemah sehingga didengar adalah bentuk perhatian yang sangat dibutuhkan. Momen rihlah ini menjadi salah satu sarana untuk menciptakan kerukunan dan saling pengertian. Selain itu, saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesalahan pun menjadi lebih efektif karena momennya tercipta antar teman sebaya.






