Our Blog

Ar-Raudhoh-Larangan-Khianat

Larangan Khianat: Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Dalam setiap ikatan seperti keluarga, persahabatan, pekerjaan terdapat beberapa fondasi yang dapat menguatkan ikatan tersebut. Salah satu fondasi tersebut adalah kepercayaan atau amanah. Jika hal ini dijunjung tinggi akan memakmurkan dan membawa kemuliaan bagi hidup, jika kepercayaan atau amanah tersebut tidak digunakan dengan baik maka hal–hal yang tidak diharapkan pun berpotensi menghilangkan kepercayaan dan menimbulkan kekecewaan. Adapun islam mengajarkan dan mengingatkan kepada umat muslim untuk senantiasa menghormati dan menjunjung tinggi hubungan baik dengan sesama. Untuk itu, lahirlah larangan khianat bagi umat muslim agar senantiasa menjaga tali silaturahmi dan hubungan baik antar sesama.

Hadits tentang Larangan Khianat

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ada empat hal yang apabila terdapat pada diri seseorang maka dia adalah seorang munafik tulen, dan apabila ada salah satunya maka ia termasuk orang munafik sehingga ia benar-benar meninggalkannya: Apabila dipercaya berkhianat, apabila berbicara berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila berselisih ia berbuat keji.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Allah SWT berfirman: “ Ada tiga kelompok orang yang aku musuhi di hari akhirat kelak: Orang yang memberikan janji kepada-Ku, kemudian melanggarnya, orang yang menjual orang yang merdeka lalu memakan hasil penjualannya, dan orang yang menyewa buruh, lalu buruh itu meminta haknya tetapi ia tidak mau memberikan uang upahnya.” (HR Bukhari)

Dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Pada hari kiamat, setiap pengkhianat mempunyai bendera pada pantatnya. Kemudian dengan bendera itu dia diangkat sesuai dengan kadar pengkhianatannya. Ingatlah tidak ada pengkhianat yang lebih jahat melebihi seorang pemimpin yang mengkhianati rakyatnya.

Penjelasan Hadits tentang Larangan Khianat

Hadits Pertama

Dalam hadits yang pertama dijelaskan bahwa terdapat empat karakteristik orang yang berpura–pura atau menyembunyikan kebenaran yakni:

  1. Apabila diberi kepercayaan, ia berkhianat. Maknanya orang tersebut tidak menggunakan kepercayaan dengan sebaik-baiknya dan melanggar suatu kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
  2. Apabila berbicara, ia berdusta. Setiap ucapan yang ia keluarkan tidak sesuai dengan kenyataan sehingga berpotensi merugikan orang lain. Ia menggunakan kesempatan tersebut semata–mata untuk kepentingan pribadinya.
  3. Apabila berjanji, ia mengingkari. Janji berarti menyimpan pembicaraan tentang suatu perkara dan ia akan menunaikannya. Jika yang terjadi sebaliknya, maka orang tersebut termasuk orang yang berkhianat.
  4. Apabila ia berselisih, ia berbuat keji. Maknanya ketika terjadi pertengkaran yang bersifat verbal maupun non verbal, ia berbuat melebihi lawan mainnya sehingga sangat merugikan dirinya dan diri orang lain.

Hadits Kedua

Dalam hadits kedua dijelaskan ada tiga golongan orang yang tidak disukai bahkan dimusuhi oleh Allah SWT yakni:

  1. Orang yang memberikan janji atas nama Allah SWT namun mengingkarinya atau dikenal dengan sumpah palsu akan berakibat fatal. Balasannya akan ditemukan secara langsung di dunia maupun kelak di akhirat.
  2. Orang yang menjual orang yang merdeka lalu memakan hasil penjualannya, bermakna menindas orang yang lemah dan mengambil hak orang lain secara tidak wajar.
  3. Atasan yang tidak menunaikan hak pekerjanya, bermakna mendzolimi pekerja dengan  tidak sama sekali membayar upahnya (jika posisinya ia seorang atasan di tempat kerja).

Hadits Ketiga

Dalam hadits ketiga dijelaskan bahwa kelak di hari kiamat seseorang yang berkhianat akan mendapatkan balasan sesuai kadar yang diperbuatnya. Dalam kalimat haditsnya pun dijelaskan bahwa pemimpin yang dzolim adalah pengkhianat paling kejam. Pemimpin yang dimaksud bermakna luas dimulai dari lingkungan keluarga hingga pemimpin yang ruang lingkup terbesar dan terluas yakni pemimpin suatu negara.

Penutup

Tentunya tidak ada yang tau isi hati paling dalam seseorang kecuali dirinya dan Allah SWT. Semoga kita senantiasa dinaungi oleh nikah yang mengantarkan pada jalan kebaikan dunia dan akhirat agar hidup yang kita jalani diliputi kemuliaan dan akhirat yang akan kita datangi berada dalam suasana kebahagiaan, kesejahteraan dan ketentraman.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *