Pada pembelajaran sebelumnya, sudah dibahas mengenai hukum mengonsumsi hati dan jantung serta bangkai ikan dan belalang. Nah, pada kesempatan ini akan di bahas mengenai Keutamaan Bersiwak (Membersihkan Gigi) berdasarkan kitab Bulughul Maram. Berikut ini adalah Haditsnya :
Dari Abu Hurairah RA Rasulullah SAW bersabda,” Seandainya tidak memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) pada setiap kali wudhu.” (Dikeluarkan oleh Malaikat, Ahmad, An Nasa’i dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah, serta Imam Bukhari menyebutnya sebagai hadits mu’allaq).
Penjelasan Keutamaan Bersiwak dalam kitab Bulughul Maram
Bersiwak mempunyai makna membersihkan gigi menggunakan kayu Siwak. Kayu ini telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu sebelum mengenal sikat gigi modern. Dalam ajaran agama Islam, bersiwak menjadi salah satu amalan shunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umatnya. Berikut ini adalah kandungan dari kayu siwak :
- Trigsileda, mencegah kekeringan dan melembapkan mulut
- Silikon Dioksida, membantu membersihkan plak dan sisa makanan di mulut
- Vitamin C, melindungi kesehatan mulut
- Fluoride, membantu mencegah kerusakan gigi
- Saponin, membantu membunuh bakteri dan jamur yang bersarang di gigi dan mulut
Selain terdapat kandungan yang bagus, siwak juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Diantaranya adalah :
- Mencegah penyakit Periodontal, siwak mempunyai sifat antibakteri yang membantu mencegah dan merawat penyakit periodontal ( penyakit gusi)
- Menjaga kesehatan gusi, siwak mampu membantu membersihkan dan memijat dan memperlancar sirkulasi darah dalam gusi
- Menyegarkan nafas, siwak mampu menghilangkan bau tidak sedap pada mulut
Tatacara Bersiwak
Setelah dibahas mengenai kandungan dan manfaat siwak bagi kesehatan, tentunya kurang lengkap jika belum dibahas cara penggunaannya karena mempunyai beberapa perbedaan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tata cara bersiwak :
- Pilihlah siwak yang mempunyai kualitas bagus. Ciri- cirinya adalah permukaannya masih segar, rantingnya berwarna coklat muda atau coklat pekat, teksturnya kuat namun tidak terlalu keras, beraroma khas kayu siwak ( tidak berbau tak sedap)
- Potong ujung ranting siwak dengan ukuran panjang 2-3 cm
- Kunyah ujung ranting siwak hingga perlahan – lahan keluar
- Agar lebih efektif pada saat menggosok gigi, bentuk lah ranting siwak tersebut hingga menyerupai bulu sikat gigi kecil
- Gosok gigi menggunakan serat ranting siwak. Pastikan semua permukaan gigi ( luar dan dalam ) tergosok dengan rata
- Gunakan teknik memutar serat ranting siwak agar rata dan hindari menggosok terlalu kuat untuk menghindari terciptanya luka pada gusi
- Bersihkan permukaan lidah dengan perlahan dan merata
- Pijat gusi menggunakan ujung siwak dengan lembut dan merata. Cara ini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan melindungi gusi dari bakteri yang berasal dari sisa makanan pada saat mengunyah
- Setelah siwak selesai digunakan, bilas siwak menggunakan air bersih agar tetap terjaga kualitasnya
- Simpan siwak di tempat bersih dan keringkan menggunakan lap bersih agar tidak lembab
- Bersiwak dianjurkan dua kali sehari yaitu sebelum tidur dan setelah bangun tidur
- Bersiwak juga diperbolehkan rutin terutama setelah mengonsumsi makanan atau atau minuman yang rasa manisnya lebih pekat
- Untuk menambah keefektifan pada saat menggosok Gigi, boleh dioleskan pasta gigi pada ujung siwak
- Konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan siwak jika mempunyai masalah pada gigi atau gusi
Kesimpulan
Bersiwak merupakan alternatif kedua dalam membersihkan gigi dan gusi. Meskipun sikat gigi modern menawarkan kemudahan dan kebersihan yang lebih baik, namun siwak tetap dianjurkan karena menjadi salah satu Sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan kepada kita. Untuk menghasilkan perawatan gigi dan gusi yang optimal, sebaiknya penggunaan siwak diiringi dengan perawatan gigi dan gusi lainnya.






