Our Blog

Ar-Raudhoh-Cinta-Allah

Cinta Allah Kepada Hamba: Mengenali Tanda-tanda-Nya

Pada saat terdesak dalam suatu keadaan, seringkali pertolongan tiba–tiba datang. Tidak hanya itu, terkadang ada hal – hal yang terjadi tanpa pernah diduga sebelumnya. Terkadang, hal–hal tersebut tidak dapat kita fahami dengan logika. Agama islam melalui ajarannya membuat umatnya yakin bahwa hal–hal tersebut  merupakan bentuk cinta dari Sang Pencipta yakni Allah SWT. Lalu bagaimana caranya agar keyakinan tersebut tertanam dalam diri kita?. Ayat Al -qur’an dan penjelasan berikut ini akan mengantarkan Anda memahami tanda–tandanya:

Dalam Surat Ali Imran ayat 31 Alloh SWT berfirman:

“Jika kamu ( benar – benar ) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa- dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Tanda–tanda cinta Allah SWT kepada hambanya

Tetap dilimpahi kesehatan jasmani

    Walaupun isi pikiran sedang tidak baik–baik saja, tubuh kita tetap sehat sehingga pada akhirnya akan menemukan solusi terbaik. Ya, Allah SWT tidak benar–benar  membuat kita menderita. Seringkali kita hanya berfokus kepada cobaan yang kita hadapi, tanpa melihat begitu banyak nikmat yang sudah Allah berikan pada kita.

    Cinta Allah melalui petunjuk agar tidak terjerumus

    Pada hakikatnya kita akan ditunjukkan melalui mimpi, keteguhan hati, kebenaran yang datang dengan sendirinya agar tetap berada di jalan yang di ridho-Nya. Hal ini tentunya dapat dicapai dengan beribadah yang konsisten dan ikhlas semata-mata hanya karena Allah semata.

    Dianugerahi keluarga dan sahabat yang senantiasa mendukung pada kebaikan

    Sehebat apapun kemampuannya dalam bertahan dan menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, fitrah manusia tetaplah makhluk yang membutuhkan bantuan orang lain. Maka dari itu, keluarga dan sahabat yang senantiasa mengulurkan tangan agar ketika terpuruk mampu bangkit kembali adalah sesuatu yang luar biasa dan tak bisa dibeli oleh uang dan materi lainnya.

    Kehilangan berbuah pengganti yang lebih baik

    Terasa sangat menyakitkan ketika kehilangan Harta benda, orang terkasih, pekerjaan dan hal–hal berharga lainnya. Namun pada akhirnya kita akan menyadari bahwa Allah SWT akan menggantinya di kemudian hari dengan pengganti yang serupa atau bahkan jauh lebih baik.

    Peristiwa menyedihkan mendatangkan hal positif

    Sebagai manusia, kita hanya mampu merencanakan, mempersiapkan dan mengestimasi  peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Adakalanya peristiwa tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Contohnya, tertimpa kecelakaan lalu lintas. Mungkin di awal  kita merasa nasib buruk sedang menimpa, namun pada akhirnya tersebut mengantarkan pada hal yang menyenangkan. Seperti bertemu dengan orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa lalu ia mampu memberikan pengaruh dalam hidup. Contoh lain yaitu ketika posisi kehilangan pekerjaan, pada akhirnya akan mengantarkan pada kesempatan berkarir di tempat lain yang membuat kualitas ekonomi dan kenyamanan lebih baik daripada sebelumnya

    Permohonan yang tidak segera dikabulkan

    Terkadang, kita keliru mengenai keinginan dan kebutuhan. Sehingga ketika memohon sesuatu kepada Allah SWT, ingin cepat dikabulkan. Padahal Dia (Allah SWT) lebih tau mana yang lebih kita butuhkan dan mana yang hanya  sekedar keinginan (yang bersumber dari hawa nafsu semata). Misalnya, Seorang balita ingin mengonsumsi es krim pada pukul 6 pagi dalam keadaan belum makan apapun. Mungkin ibunya akan segera menolak halus permintaan tersebut dengan berbagai pertimbangan. Si balita yang belum faham sepenuhnya tujuan ibunya akan menangis karena permintaannya tidak dipenuhi. Jika ibu tersebut diibaratkan sebagai Allah SWT dan balita tersebut diibaratkan kita, maka dapat diambil hikmah bahwa Allah SWT lebih tau waktu terbaik dalam mewujudkan setiap permohonan kita.

    Post A Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *