Belajar dan bermain merupakan bagian dari dunia anak yang didalamnya terjadi interaksi satu sama lain. Maka dari itu, untuk menjaga keberlangsungan dan keharmonisan dalam proses interaksi tersebut diperlukan adab atau tata caranya. Berikut ini akan dibahas mengenai Adab terhadap teman sebaya berdasarkan kitab akhlaqul banin.
Pengertian adab teman sebaya
Adab terhadap teman sebaya adalah perilaku baik yang dilakukan seorang anak pada saat berinteraksi dengan teman–temannya. Perilaku tersebut diaplikasikan di lingkungan sekolah ataupun luar sekolah.
Sikap yang ditunjukkan
- Berbicara dengan tutur kata yang tidak kasar dan tidak menyinggung perasaan teman
- Menunjukkan perilaku empati dan tidak meremehkan teman
- Menjaga rahasia dan aib teman ( terkecuali kejahatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain )
- Bersikap setia kawan dengan tidak menjatuhkan harga diri teman
- Menawarkan bantuan berupa tenaga maupun pikiran ketika teman berada dalam kesulitan
- Saling tolong menolong dalam menghadapi tantangan
- Senantiasa menjalin komunikasi baik secara langsung ataupun virtual melalu media sosial
- Menjenguk, memotivasi dan mendo’akan ketika teman mengalami musibah berupa sakit, ditinggal keluarga atau kerabatnya
- Jika bermain bersama teman, pilihlah permainan yang tidak mengandung unsur kekerasan dan masih dianggap wajar oleh ajaran agama islam, tidak curang dan bergantian jika menggunakan media bermain
- Mencari solusi jika terjadi perbedaan pendapat dengan teman
- Saling menasehati dalam kebaikan
Manfaat mempelajari adab teman sebaya
- Mengurangi terjadinya pertengkaran dan permusuhan
- Terciptanya suasana yang aman dan nyaman dalam hubungan pertemanan
- Menjunjung tinggi sikap toleransi sehingga bisa memahami perbedaan pendapat, latar belakang dan budaya teman sebaya
- Salah satu sikap yang mencerminkan seorang muslim yang taat pada ajaran agama
- Dan sebagainya
Akibat tidak mempunyai Adab terhadap teman sebaya berdasarkan kitab Akhlaqul Banin
- Berakibat putusnya tali atau hubungan pertemanan karena salah satu atau keduanya merasa tidak aman dan nyaman
- Memicu terjadinya pertengkaran dan permusuhan antar teman
- Kurangnya rasa saling empati pada saat tertimpa kesulitan karena salah satu atau keduanya merasa disakiti / tidak dihargai sehingga pada
- Hilangnya rasa saling percaya, ini bisa diakibatkan karena salah satu atau keduanya suka menyebarkan aib atau rahasia yang awalnya berkomitmen akan saling menjaga
- Munculnya sikap tidak saling memahami sehingga hubungan pertemanan menjadi kaku dan tidak harmonis
- Seseorang yang tidak mempunyai adab terhadap teman sebayanya akan sulit diterima di lingkungan pertemanannya karena dianggap anak yang kurang menyenangkan
- Dan sebagainya
Tahapan untuk membiasakan diri
Menumbuhkan adab terhadap teman sebaya butuh waktu yang tidak instan karena harus dibiasakan sejak anak masih berusia dini. Tidak instan bukan berarti mustahil. Berikut ini adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan sebagai sarana pembiasaan agar anak mempunyai adab yang baik terhadap teman sebayanya.
- Amati dan indentifikasi penyebab anak tidak mempunyai adab yang baik terhadap teman sebayanya
- Ajaklah anak untuk berbicara dari hati ke hati apa yang membuat ia tidak terlihat atau enggan mempunyai adab yang baik terhadap teman sebayanya
- Dengarkan dengan seksama dan tanpa menghakimi apa yang menjadi penyebab anak sulit mempunyai adab yang baik terhadap teman sebayanya
- Berikan pemahaman mengenai pentingnya adab yang baik terhadap teman sebaya
- Ajari anak cara yang baik dalam menyampaikan dan menghargai pendapat
- Ajari anak cara mendengarkan, merespon dan berempati
- Ajari anak cara menyelesaikan pertikaian dengan damai dan tanpa kekerasan
- Di lingkungan sekolah, konselor seperti guru BK ( jenjang SLTP & SLTA) dan Wali kelas untuk jenjang Pendidikan Usia dini dan SD dapat membantu anak dalam mengatasi kesulitan dalam bergaul dengan teman – temannya.






