Our Blog

Ar-Raudhoh-Etika-Makan

Etika Makan: Kajian Kitab Riyadhus Shalihin

Dalam Islam, segala sesuatu yang kita rasakan manfaatnya merupakan pemberian atau anugerah terindah dari Alloh SWT. Ya, kasih sayang-Nya tak mampu kita hitung oleh alat secanggih apapun. Salah satu dari sekian banyak anugerah Alloh SWT tersebut yakni hidangan yang setiap hari kita nikmati. Ternyata, ajaran agama islam tata cara pelaksanaannya pun telah diatur sedemikian rupa. Penasaran seperti apa agama islam mengatur hal tersebut? Yuk, simak penjelasan mengenai etika makan yang dibahas dalam kitab Riyadhus Shalihin.

Hadits tentang Etika Makan

Dari Umar bin Abu Salamah r.a, ia berkata: “Waktu kecil, aku diasuh Rasulullah SAW dan pernah mengulurkan tangan untuk mengambil makanan yang terletak di piring, kemudian beliau bersabda kepada aku: “Wahai anak muda, sebutlah nama Alloh Ta’ala serta makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang dekat dengan kamu!” ( HR Bukhari dan Muslim )

Penjelasan Hadits tentang Etika Makan

Hadits tersebut menjelaskan tentang peristiwa yang dialami oleh sahabat sekaligus anak sambung Rasulullah SAW dari istri beliau yang bernama Ummu Salamah. Sahabat tersebut bernama Umar bin Abu Salamah. Suatu hari  Umar sedang menikmati hidangan bersama Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW berpesan agar mengambil makanan atau hidangan yang jaraknya dekat dengan tempat duduk Umar dan mengucap kalimat yang mengandung nama Alloh SWT atau kita lebih populer dengan do’a sebelum makan. Hal yang dialami sahabat Umar tersebut merupakan contoh tuntunan islam pada saat makan atau menikmati makanan. Selain itu, berikut ini merupakan beberapa etika dan hal lainnya yang berkaitan dengan menikmati makanan:

Gunakan Peralatan Makan yang Bersih

Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran bibit penyakit yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita. Peralatan makanan yang digunakan dapat disesuaikan dengan makanan yang kita konsumsi. Misalnya, makanan berkuah bisa dinikmati dengan menggunakan sendok, makanan padat berbumbu dinikmati dengan menggunakan garpu, sumpit atau alat makan lainnya yang memungkinkan dapat digunakan.

Mencuci Tangan Sebelum Makan

Sebelumnya mungkin kita telah beraktifitas yang berpotensi mendatangkan kotoran atau kuman ke kulit tangan. Maka dari itu, salah satu solusinya yakni mencuci tangan terlebih dahulu terlebih jika kita akan makan tanpa bantuan sendok, garpu, sumpit (memasuk makanan ke dalam mulut langsung dengan tangan).

Mengukur Porsi Makanan yang Dikonsumsi

Hal ini agar menjaga kesehatan tubuh. Porsi makanan yang berlebihan akan menyebabkan ketidakseimbangan pada ukuran berat badan.

Mengonsumsi Makanan yang Bergizi

Kecanggihan teknologi terutama kecanggihan digital dapat kita manfaatkan untuk mencari berbagai informasi terkait gizi makanan dan teknik pengolahannya. Misalnya, dari bahan baku sederhana dan ekonomis dapat menjadi hidangan yang lezat dan menyehatkan.

Tidak Membuang Makanan

Maknanya yaitu ambillah makanan secukupnya agar tidak bersisa dan pada akhirnya dibuang. Jika sudah diambil secukupnya lalu dihabiskan namun bersisa di tempat pengolahan makanannya, jika memungkinkan bisa untuk jadwal makanan berikutnya atau disedekahkan kepada orang yang membutuhkan pun menjadi solusi terbaik sekaligus ladang amal kebaikan bagi kita.

Tidak Berbicara pada Saat Mulut Penuh dengan Makanan

Hal ini merupakan salah satu bentuk kesopanan jika sedang makan bersama orang lain dan salah satu bentuk menjaga sistem pencernaan pada saat makan. Berbicara pada saat mulut penuh makanan akan mengakibatkan tersedak dengan resiko terfatal yakni tersumbatnya saluran pernapasan.

    Berdo’a Setelah Makan

    Hal ini merupakan salah satu wujud berterima kasih kepada Alloh SWT atas limpahan anugerahnya kepada kita berupa makanan yang dapat dinikmati dan menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh agar tetap konsisten menjalankan ibadah kepada-Nya.

    Post A Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *