Tak terasa, tahun 1447 Hijriyah telah memasuki bulan kelahiran baginda Rasulullah SAW. Bulan ini bernama Rabiul Awwal. Berbagai lembaga dakwah dan aktivis komunitas musim menggelar aneka event sebagai salah satu bentuk memeriahkan momentum krusial umat muslim ini. Tujuan utamanya tentu sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW. Selain berbagai event, tentunya berbagai budaya yang tumbuh dan berkembang di lingkungan lembaga pendidikan islam pun lebih dahulu hadir. Serta mempunyai tujuan yang sama, yakni meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Salah satu lembaga pendidikan islam itu bernama Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh. Dengan menerapkan program gema Al-Barzanji.
Gema Al-Barzanji di Bulan yang Mulia
Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh selain fokus terhadap pembelajaran penguatan akhlaqul karimah, pembiasaan kemandirian, pengelolaan dana infak untuk keberlangsungan pendidikan formal. Lembaga ini juga memfasilitasi dan membina anak–anak asuhnya agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai ajaran dan sejarah islam. Terutama memuliakan sang pelopor utamanya yakni baginda Rasulullah SAW. Aksi nyata yang dimunculkan yaitu program gema Al-Barzanji. Kegiatan ini berupa pembacaan isi kitab Al Barzanji yang mengandung makna kisah kelahiran, perjalanan hingga hidup–wafat dan pujian kepada Rasulullah SAW. Selain itu, di dalam kitab Al barzanji pun terdapat do’a do’a yang bisa kita amalkan. Al barzanji an dilaksanakan setiap malam Ahad selepas sholat Maghrib berjama’ah sampai pukul 20.00 WIB. Program ini diikuti oleh seluruh anak asuh dari semua jenjang. Berikut ini adalah alur kegiatannya:
Alur Kegiatan Program
- Selesai melaksanakan rangkaian sholat maghrib berjama’ah, para santri melaksanakan sholat sunnah rawatib ba’da maghrib dan dilanjutkan dengan tadarus bersama sebanyak 2 lembar karena target per harinya selesai 1 juz Al-quran.
- Para santri menyiapkan kitab Al barzanji, pengeras suara dan alat–alat hadroh yang berfungsi sebagai pengiring ketika pujian–pujian / sholawat kepada Rasulullah SAW dilantunkan.
- Setelah siap, para santri membaca kitab Al-barzanji secara bergantian, dikarenakan isi kitabnya lumayan banyak. Biasanya menyesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan. Karena mengingat masih ada agenda lain setelahnya dan santri tetap tidak dianjurkan begadang agar subuhnya tepat waktu dan kondisi tubuh tetap fit pada harinya. Malam Ahad berikutnya melanjutkan bacaan pekan sebelumnya.
- Setelah itu, beberapa menit sebelum berakhir dibacakan sholawat yang dinamai Mahalul qiyam. Sholawat ini menjadi ciri khas karena biasanya dibacakan ketika selesai melantunkan isi kitab Al barzanji. Dalam melantunkan sholawat Mahalul qiyam, para santri dianjurkan untuk berdiri sebagai salah satu wujud penghormatan dan takjim kepada Baginda Rasulullah SAW.
- Setelah rangkaian Al barzanji an selesai, para santri merapikan seluruh peralatan dan bersiap melaksanakan sholat isya berjama’ah. Setelah itu tadarus bersama dan bersiap untuk istirahat.
Etika dalam Pelaksanaan
Al-barzanji an merupakan budaya yang diwariskan secara turun temurun sehingga dalam pelaksanaannya dianjurkan untuk memegang teguh etika yang baik. Berikut ini merupakan beberapa etika yang mesti diperhatikan pada saat Al barzanji an:
- Niat semata–mata karena Alloh SWT dan wujud cinta kepada Rasulullah SAW. Karena terdapat hadits yang menyatakan ketika kita melantunkan pujian – pujian kepada beliau, pada hakikatnya ruh beliau hadir.
- Berwudhu, dianjurkan mempunyai wudhu supaya mendapatkan pahala shunnah dan berada dalam keadaan suci.
- Berpakaian sopan dan sesuai syar’i. Ini perlu diperhatikan karena pada hakikatnya kita sedang memuji manusia paling mulia di sisi Alloh SWT yakni Rasulullah SAW. Selain itu, kondisikan diri agar duduk dengan sopan dan tidak membuat kegaduhan seperti mengobrol agar berjalan dengan kondusif.
- Menjaga diri dari perilaku yang kurang pantas. Diantaranya yakni makan, minum yang berlebihan serta bermain ponsel atau gadget lainnya tanpa alasan yang mendesak dan dapat dimaklumi.
- Berdo’a, setelah selesai pelaksanaan rangkaian Al barzanji an, maka dianjurkan berdo’a atau meminta keberkahan. Syafa’at kelak dari Rasulullah SAW dan hati yang senantiasa mencintai dan mengamalkan ajarannya.
Kesimpulan
Dalam bahasa arab, terdapat kata mutiara yang mengungkapkan Man Ahabba sya’ian, aktsaru dzikrihi . Yang memiliki arti barang siapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak menyebutnya. Semoga dengan program Al barzanji an ini menjadi washilah wujud cinta kepada Rasulullah SAW. Serta kelak di surga bisa melihat wujud sosok manusia yang paling anggun, nama dan perjuangannya nya tetap harum di seluruh dunia bahkan dari masa ke masa. Suri tauladannya tak pernah redup walaupun raganya tak dapat kita saksikan secara langsung karena beliau wafat kurang lebih dua ribu tahun silam.






