Sebelum tercipta sebuah bangunan yang megah, tentunya diawali dengan mendirikan fondasi yang kokoh agar bangunan tersebut tegak, kuat dan tidak mudah rusak. Tak jauh berbeda dengan diri seorang muslim. Ia harus mempunyai ilmu pengetahuan agama untuk menjaga stabilitas dan kekuatan iman dalam mengarungi kehidupan di alam dunia ini. Berikut Keutamaan ilmu agama sebagai bekal kehidupan bagi umat muslim.
Hadits tentang Keutamaan Ilmu Pengetahuan Agama
Dari Abu Musa ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan Alloh kepadaku, bagaikan hujan yang menimpa bumi. Maka sebagian tanah ada yang baik ( subur ), lalu tumbuhlah tumbuh–tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Ada pula tanah yang kering namun bisa menyimpan air. Lalu Alloh memberikan manfaat kepada manusia, mereka bisa minum dari air itu, memberi minuman ternak dan bertani. Ada lagi air yang menimpa bagian bumi lain yang datar dan lunak yang tidak dapat menyimpan air dan tidak dapat menumbuhkan tumbuhan. Demikianlah perumpamaan orang alim dalam masalah agama dan mengerjakannya dan perumpamaan orang yang tidak dapat menerima petunjuk Alloh yang ditugaskan kepadaku.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Penjelasan Hadits
Hujan diibaratkan ilmu pengetahuan agama yang dapat memberi pemahaman pedoman dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Tanah yang tandus diibaratkan hati dan jiwa manusia yang menolak ilmu pengetahuan, tanah subur diibaratkan hati dan jiwa manusia yang menerima manfaat dari ilmu pengetahuan agama sehingga terbentuklah jiwa yang hidup sesuai dengan aturan Alloh SWT yang diibaratkan dengan rerumputan, tumbuh – tumbuhan, dan kebermanfaatan air bagi minum untuk ternak & lahan bertani.
Ilmu pengetahuan agama tentunya dapat diperoleh dengan cara yang baik agar kebermanfaatannya terasa selama kita hidup di dunia ini. Berikut ini adalah penjelasannya:
Niat Semata–mata Karena Allah SWT
Hal ini dianjurkan agar ketika mulai jenuh dengan lelahnya ikhtiar mencari ilmu pengetahuan agama kita dapat kembali fokus karena niat utamanya semata–mata ingin mendapatkan ridlo dari Alloh SWT.
Belajar Kepada Guru yang Sholih/Sholihah dan Kompeten
Diantara karakteristiknya yaitu memiliki keilmuan yang jelas sumbernya, faham dasar–dasar ilmu agama & pendalaman setiap materinya, dan berakhlak mulia (sholih/sholihah) serta mempunyai kebijaksanaan dalam menghadapi permasalahan hidup agar memberi pengaruh positif kepada kita selama dan setelah proses berguru kepadanya.
Aktif Berdiskusi dengan Rekan Belajar
Hal ini bisa terlaksana jika kita belajar ilmu pengetahuan agama seperti di majlis ta’lim atau majlis ilmu yang lainnya. Jangan malu untuk bertanya jika terdapat materi yang kurang difahami.
Mengamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Ini merupakan poin yang tidak kalah penting karena kebermanfaatan ilmu pengetahuan agama tidak akan terasa jika materinya hanya sebatas catatan di buku dan tidak dipraktikkan/diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perluas Kesabaran dan Konsistensi
Didalam ikhtiar memperoleh ilmu pengetahuan agama tentunya terdapat tantangan yang terkadang menguras energi. Oleh karena itu, belajar bersabar dan menahan dari berbagi godaan agar tetap konsisten perlu diperhatikan oleh para pejuang ilmu pengetahuan agama.
Berdo’a Kepada Allah SWT
Pada hakikatnya pencipta dan sumber ilmu pengetahuan agama adalah milik Allah SWT. Maka dari itu, berdo’a atau meminta kemudahan dalam proses memperoleh ilmu pengetahuan agama adalah hal tidak boleh diabaikan.
Bersifat Terbuka terhadap Perbedaan Manhaj
Ilmu pengetahuan agama sangat beragam terkait metode, sistem dan sumbernya. Maka dari itu, hormati perbedaan–perbedaan tersebut agar tidak terjadi perpecahan diantara umat muslim. Namun hal ini tidak berlaku jika perbedaan tersebut mengancam hal yang berkaitan dengan keyakinan terhadap Alloh SWT.






