Ada pepatah yang mengatakan bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Ya, pepatah tersebut akan menjadi sebuah kenyataan apabila pola hidup kita teratur dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Salah satunya adalah melatih diri sendiri agar terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mengapa demikian? Karena jiwa akan nyaman dan tenang lalu pada akhirnya menjadi kuat apabila luar jiwa itu sendiri ( tubuh ) terjaga kebersihannya. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan pun merupakan akhlaq mulia. Lalu, apakah pepatah tersebut bisa menjadi sebuah kenyataan dalam hidup? Berikut ini adalah tips atau langkah–langkahnya yang merujuk pada kitab akhlaqul banin:
Merawat dan menjaga kebersihan pakaian yang dikenakan
Pakaian berfungsi sebagai penutup aurat dan pelindung dari bahaya yang dapat mengganggu kesehatan luar maupun dalam tubuh. Pakaian adalah jenis barang yang tidak bersifat sekali pakai, sehingga membutuhkan perawatan agar tetap layak digunakan. Beberapa langkah yang diambil dalam merawat pakaian yaitu mencuci ( menghilangkan kotoran dan najis), menjemur dan menyetrikanya. Bahkan dalam satu keterangan yang menyebutkan bahwa kelak di alam akhirat kita akan diminta pertanggungjawaban perihal pakaian yang dimiliki dan dikenakan. Agar kelak kita mampu mempertanggungjawabkan terkait pakaian, ketika pakaian sudah tidak bisa dikenakan karena ukurannya yang sudah tidak sesuai ( namun pakaiannya masih layak digunakan), alangkah baiknya jika kita sedekahkan kepada orang lain yang membutuhkan.
Menjaga kebersihan tubuh
Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya, pakaian dan tubuh adalah dua hal yang berkesinambungan. Maka dari itu, selain merawat dan menjaga pakaian kita pun diperintahkan untuk merawat dan menjaga kebersihan tubuh. Beberapa langkah yang diambil adalah mandi 2 atau 3 kali sehari dan berwudhu. Mandi akan menghilangkan keringat dan bakteri yang menempel pada tubuh sehingga kita tidak mudah terserang penyakit kulit, sedangkan berwudhu adalah syari’at yang harus kita tunaikan sebelum melaksanakan ibadah sholat, tadarus Al-Qur’an, dan lain–lain.
Menjaga kebutuhan nutrisi yang dikonsumsi
Makanan dan minuman adalah dua hal yang utama dari sekian banyak nutrisi yang diperlukan tubuh. Maka dari itu, kita harus cerdas dalam mendapatkan, mengolah dan mengatur pola mengonsumsinya. Pilihlah makanan dan minuman yang tidak banyak mengandung zat kimia didalam wujud fisiknya, carilah informasi seputar teknik pengolahan yang baik untuk kesehatan, dan atur pola waktu dan porsi konsumsinya.
Menjaga kesucian tempat ibadah
Salah satu syarat diterimanya amal ibadah adalah suci tempatnya. Maka dari itu, tempat yang digunakan untuk ibadah seperti sholat, tadarus Al-Qur’an dan ‘itikaf harus dalam keadaan bersih dan suci. Perlu di garisbawahi bahwa bersih belum tentu suci, sedangkan suci sudah dipastikan bersih.
Memastikan kebersihan lantai dan perabotan rumah
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menyapu dan pel seluruh lantai rumah, membersihkan perabotan rumah seperti lemari, kursi, meja, peralatan makan, dan lain–lain agar tidak berdebu dan menimbulkan penyakit.
Memperhatikan kebersihan kamar mandi dan dapur
Kamar mandi harus dibersihkan secara berkala dan agar terhindar dari bakteri dan virus penyebab penyakit. Selain itu, menyimpan pengharum kamar mandi akan menimbulkan suasana nyaman pada saat berkegiatan di dalam kamar mandi seperti mandi, mencuci pakaian dan lain – lain. Dapur identik dengan pengolahan makanan. Maka dari itu kebersihan peralatan masak, alat makan harus tetap kita jaga agar tidak berdampak pada kesehatan tubuh terutama organ bagian dalam yang rentan terhadap penyakit
Membuang sampah secara teratur
Sampah yang menumpuk sangat berdampak bagi kita. Bau tak sedap yang berasal dari sampah akan mengganggu kenyamanan dan wujud fisik sampah akan menjadi tempat bersarangnya bakteri dan virus.






