Our Blog

Ar-Raudhoh-Puasa-Syawal

Puasa Syawal: Mengamalkan Puasa Sunnah di Bulan Syawal

Tak terasa, bulan suci ramadhan telah kita lalui dan sedang menyongsong bulan setelahnya (bulan syawal). Jika di ramadhan tersebut kita diperintahkan untuk berpuasa sebulan penuh,  maka di bulan syawal pun terdapat satu dari sekian banyak amal ibadah yang menjadi washilah kita untuk menggapai kemenangan dan keberkahan. Tak hanya itu, amal yang satu ini menjadi penyempurna kualitas ibadah puasa selama ramadhan. Ya, amal ibadah ini bernama puasa shunnah selama 6 hari atau biasa disebut dengan puasa syawal.

Anjuran Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Bagi seseorang yang mempunyai utang puasa di bulan ramadhan karena alasan yang sesuai dengan hukum fikih diperbolehkan melaksanakan puasa shunnah 6 hari lalu setelah itu melanjutkan puasa qodonya. Dalam puasa shunnah 6 hari di bulan Syawal, syarat – syarat yang berlaku tidak jauh berbeda dengan puasa di bulan ramadhan. Syarat – syarat ini meliputi : beragama islam, telah mencapai usia baligh, suci dari haid dan nifas, berakal sehat dan mampu secara kesehatan fisik.

Puasa shunnah 6 hari di bulan Syawal mempunyai landasan hukum yaitu berupa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim  dari Abu Ayub Al Anshari  RA dengan bunyi haditsnya : “ Barangsiapa berpuasa selama sebulan penuh di bulan ramadhan, kemudian berpuasa selama enam hari di bulan Syawal maka baginya pahala setara dengan pahala puasa selama setahun penuh”. Dari kutipan hadits tersebut dapat dimaknai betapa luar biasanya keutamaan puasa ini.

Tatacara Pelaksanaan Puasa Syawal

Selain keutamaan, hal yang tak kalah penting adalah tata cara pelaksanaannya. Berikut ini adalah penjelasannya:

  1. Membaca Niat, adapun lafadz niatnya yaitu “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaai sunnati  syawali lillaahi ta’ala”  artinya “ Niat saya puasa shunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala”
  2. Waktu berpuasanya tak jauh berbeda dari puasa di bulan ramadhan, yaitu dari terbit fajar hingga terbenam matahari
  3. Dalam pelaksanaannya, boleh 6 hari berturut-turut boleh tidak berturut-turut
  4. Waktu pelaksanaannya terhitung sejak tanggal 2 – 30 Syawal

Tantangan dalam Mengamalkan

Selain syarat dan tata cara pelaksanaannya, puasa syawal mempunyai beberapa tantangan sehingga menjadi godaan dalam pelaksanaannya. Berikut ini adalah beberapa tantangannya:

  1. Aktifitas sosial. Bersilaturahim kepada kerabat dan rekreasi bersama keluarga atau sahabat adalah momen yang menjadi pelengkap di awal bulan syawal. Untuk mengantisipasi agar kita tetap konsisten menjalankan ibadah puasa syawal adalah dengan pandai mengatur jadwal yang dibuat.
  2. Kondisi kesehatan. Setelah menjalankan ibadah puasa penuh selama satu bulan di ramadhan lalu dilanjutkan dengan puasa syawal mungkin berat atau melelahkan bagi orang tertentu. Maka dari itu, untuk mengantisipasinya bisa dengan mengerjakan secara tidak berturut-turut.
  3. Kesempatan. Kesibukan setelah bulan suci ramadhan memungkinkan lebih padat bagi sebagian orang sehingga mereka cukup sulit mempunyai waktu dan kesempatan untuk berpuasa. Namun, bukan berarti hal tersebut mustahil bisa dilakukan. Selama ada niat dan ikhtiar yang kuat untuk berpuasa, insyaallah Alloh SWT akan membantu mempermudah

Kesimpulan

Berbagai keutamaan di bulan ramadhan telah kita perjuangkan agar kelak menjadi hamba yang meraih kemenangan di hari yang Fitri (1 Syawal), lalu apakah perjuangan kita berakhir di 1 Syawal? Tentunya tidak demikian. Puasa shunnah enam hari di bulan Syawal hadir agar menjadi langkah berikutnya untuk meraih kemenangan dan keberkahan yang hakiki. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa meraih ridho-Nya. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *