Liburan biasanya identik dengan kegiatan yang sifatnya memberikan kesan hiburan kepada diri pribadi setelah menuntaskan berbagai agenda yang cukup padat. Namun, bagaimana jika liburan justru membuat meningkatkan kualitas ibadah dan ilmu pengetahuan? Melalui Program Pesantren Kilat Liburan di Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh menjadi washilah tercapainya dia hal tersebut. Adapun tema yang diangkatnya yaitu Pesantren Kilat Liburan Santri Ceria, Akhlaq Mulia dan Hati tenang atau Sanlat Salamah. Berikut adalah penjelasan dari tema tersebut :
Tema Sanlat Salamah
Pesantren Kilat Liburan
Dinamakan demikian karena kegiatannya berlangsung selama liburan sekolah jadi dapat dikatakan cukup singkat waktu pelaksanaannya. Namun walaupun singkat tentunya memberikan bekal yang cukup untuk menambah wawasan dan ilmu keagamaan.
Santri Ceria
Kegiatan yang dirancang oleh para Panitia serta melibatkan para pengurus Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh tidak sepenuhnya berisi materi pelajaran. Akan tetapi di selipkan beberapa hal yang membuat santri tetap ceria dan tidak mudah bosan saat berkegiatan.
Akhlaq Mulia
Karena berada di bawah naungan lembaga yang menjunjung tinggi nilai–nilai keagamaan. Sehingga para santri dibimbing agar tetap memperlihatkan identitasnya sebagai pribadi yang berakhlaqul karimah atau berakhlak mulia. Tentunya hal ini menjadi bekal bagi para santri untuk menyesuaikan diri di kehidupan bermasyarakat.
Hati Tenang
Hal ini dikarenakan kegiatan- kegiatan yang dilakukan sudah terstruktur dengan baik. Seperti ibadah sholat dan ibadah lainnya tetap menjadi prioritas. Selain itu kegiatan ditambah dengan kajian– ajian ilmu agama lainnya yang berfungsi untuk menguatkan keimanan.
Mekanisme Pelaksanaan Sanlat Salamah
Peserta yang terlibat yaitu seluruh santri Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh. Tempat yang digunakan selama berkegiatan yaitu Mushola, Aula serba guna dan lingkungan sekitar Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh Bandung. Adapun waktu pelaksanaannya berlangsung sejak tanggal 2 Juli 2025 – 9 Juli 2025. Lalu seperti apa rangkaian dan keseruan kegiatannya? Berikut ini adalah penjelasannya :
Bangun Tidur – Sholat Shubuh & Persiapan Memulai Sanlat Salamah
Para santri diintruksikan untuk bangun tidur pada pukul 03.45 setelah itu bersiap mendirikan sholat tahajud, dzikir dan muroja’ah hafalan sampai menjelang adzan shubuh.
Sholat Shubuh – Kajian Ba’da Shubuh
Setelah adzan shubuh berkumandang para santri bersiap mendirikan sholat shunnah fajar, sholat shubuh berjama’ah, dzikir ba’da sholat shubuh. Dilanjutkan dengan istighotsah dan tadarus membaca surat Al waqi’ah dan kajian kitab kuning. Adapun kitab yang dikaji yaitu kitab Ta’limul Muta’lim, kitab Sullamut Taufiq, kitab Riyadhus Shalihin dan tafsir Al Qur’an.
Piket Kebersihan – Sholat Dhuha
Setelah selesai kajian shubuh para santri diintruksikan untuk melaksanakan piket kebersihan, olahraga ringan (lari pagi/senam kebugaran), sarapan, mandi pagi dan sholat dhuha bersama.
Kajian – Istirahat
Kegiatan berikutnya yaitu kajian. Dalam satu hari dibahas satu materi pembelajaran. Adapun materi–materi yang dibahas yaitu Fiqih, Tajwid, Sejarah Islam, Bahasa Inggris, dan kerajinan tangan (materi+ praktik). Khusus hari Selasa pada tanggal 8 Juli 2025, materi pembelajaran diganti dengan kegiatan outbound yang bertempat di halaman sekitar Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh. Setelah selesai, para santri diberi waktu istirahat sampai menjelang adzan dzuhur.
Persiapan Sholat Dzuhur dan Ashar
Setelah selesai istirahat para santri berkegiatan di mushola Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh sampai menjelang adzan ashar. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu sholat Dzuhur berjama’ah, tadarus Al-qur’an, menghafal dan muroja’ah hafalan Al – qur’an secara individu.
Sholat Ashar – Persiapan Sholat Maghrib
Setelah itu para santri melanjutkan kegiatan yaitu sholat ashar berjama’ah, tadarus Al-qur’an, tes hafalan Al -qur’an, makan sore, dan mandi. Setelah itu para santri bersiap mendirikan sholat Maghrib berjama’ah.
Sholat Maghrib Berjama’ah – Kajian Ba’da Isya
Setelah selesai mendirikan sholat maghrib berjama’ah, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-qur’an, kajian ba’da Maghrib dan sholat isya berjama’ah. Terkhusus jum’at malam, kegiatan kajian diganti dengan menonton film edukasi.
Tidur – Istirahat
Setelah kegiatan sehari penuh tentunya tubuh perlu beristirahat. Para santri dihimbau untuk segera tidur malam pada pukul 21.30 agar kondisi tubuh kembali segar dan siap beraktifitas pada keesokan harinya.
Kesimpulan
Liburan tidak identik dengan kegiatan yang memberikan kesan hiburan semata. Mengapa demikian? Karena hadirnya pesantren liburan dapat menjadi alternatif yang menyenangkan. Serta dilengkapi dengan kegiatan positif serta meningkatkan semangat ibadah kepada Alloh SWT.






