Our Blog

Ar Raudhoh Taubat

Taubat: Membedah Makna Taubat dalam Kitab Riyadhus Shalihin

Taubat dalam Kitab Riyadhus Shalihin

Pada Pembelajaran sebelumnya, telah dibahas mengenai Ikhlas dalam niat melakukan segala aktivitas sehari-hari. Nah, Pembelajaran bersama anak – anak pondok yatim dan dhuafa Ar-Raudhoh membahas tentang taubat. Sebagai seorang muslim tentunya mempunyai sifat manusiawi, sehingga melakukan hal – hal yang berpotensi menjadi dosa. Dalam kitab Riyadhus Shalihin dijelaskan bahwa taubat itu wajib dari setiap dosa yang telah dilakukan. Apabila maksiat itu antara hamba dengan Allah Ta’ala, tidak berhubungan dengan hak hamba lainnya. Taubat mempunyai tiga syarat yakni Meninggalkan maksiat, menyesali perbuatan maksiat yang dilakukan, bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat tersebut.

    Apabila salah satu dari tiga syarat di atas  tidak ada, maka taubatnya tidak sah. Maksiat yang berhubungan dengan manusia lainnya maka syarat taubatnya adalah empat, yaitu 3 point diatas ditambah dengan membebaskan diri dari hak orang lain. Apabila hak tersebut berupa harta, maka ia harus mengembalikan kepada orang yang bersangkutan. Maksiat berupa tuduhan zina atau sejenisnya maka ia harus memberikan kesempatan untuk menghukum atau meminta maaf kepada korban tuduhan. Jika maksiat yang dilakukan berupa gunjingan, maka ia harus meminta kehalalannya kepada orang yang digunjing.

    Hadits Tentang Taubat

    Dari Abu Musa Abdullah Bin Qais Al – Asy’ariy Ra,. bahwa Nabi SAW bersabda :

    “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membentangkan tangan-Nya ( memberikan kesempatan) pada waktu malam, untuk taubat orang yang berbuat dosa pada waktu siang hari. Dan Allah membentangkan tangan -Nya pada waktu siang, untuk taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat. ( HR Muslim )

    Hadits ini diriwayatkan oleh salah satu Perawi  terkemuka yaitu Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim al –  Qusyairi an – Naisyaburi atau sering kita sebut Imam Muslim.

    Hadits ini menjelaskan bahwa setiap manusia tidak ada yang luput dari kesalahan dan dosa. Dosa tersebut biasanya dilakukan pada waktu siang atau malam hari. Allah SWT membuka kesempatan  untuk bertaubat pada malam hari ketika manusia melakukan maksiat pada siang hari. Begitu pun sebaliknya, Allah SWT membuka kesempatan untuk bertaubat pada siang hari ketika manusia melakukan maksiat pada malam hari. Kesempatan tersebut Allah SWT buka hingga  hari kiamat dan pada saat nyawa manusia sampai di tenggorokannya.

    Penjelasan Hadits Tentang Taubat

    Jika malaikat adalah makhluk yang selamanya mengerjakan kebaikan dan syaitan adalah makhluk yang selamanya mengerjakan keburukan, maka manusia adalah adalah makhluk yang terkadang mengerjakan kebaikan dan keburukan. Adapun konsekuensi dari mengerjakan kebaikan adalah penghargaan yang Allah SWT berikan atau sering kita sebut dengan istilah pahala. Sedangkan konsekuensi dari mengerjakan keburukan adalah murka Allah SWT atau sering kita sebut dengan istilah dosa. Pada hakikatnya, Allah SWT membenci dosa, bukan pendosa. Maka dari itu, sebagai manusia yang telah melakukan maksiat atau kesalahan tentunya mempunyai kesempatan untuk memperbaiki.

    Hadits ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bertaubat dari setiap dosa yang telah dilakukan. Taubat dapat dilakukan pada siang atau malam hari. Keduanya mempunyai keuntungan masing-masing. Sinar matahari yang terpancar di siang hari, menghadirkan semangat untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan pada malam hari. Sholat Dhuha, membaca Al Qur’an dan bersedekah dapat mengiringi taubat kita pada siang hari. Sepertiga malam dengan suasana heningnya membuat lebih fokus untuk merenung dan meminta ampun kepada Allah SWT. Sholat Tahajud dan membaca Al – Qur’an dapat menjadi pelengkap taubat kita pada malam hari.

    Kesimpulan

    Tidak ada kata terlambat bagi seorang manusia untuk bertaubat. Karena sesungguhnya Allah SWT mempunyai nama yang indah yaitu Al – Ghaffur yang artinya Maha Pengampun. Sehingga Pintu taubat selalu terbuka lebar bagi setiap hamba yang  bersungguh-sungguh dalam memperbaiki kesalahannya.

    Post A Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *