Our Blog

Ar-Raudhoh-Orang-Kaya-Bersyukur

Orang Kaya yang Bersyukur dan Menggunakan harta Dijalan Allah SWT

Ketika mendengar kekayaan, apa yang terbesit dalam benak anda? Tepat sekali jika menjawab titipan (amanah dari Allah SWT). Kekayaan juga menjadi salah satu ujian yang paling besar. Ketika berada ditangan orang yang tepat, kekayaan berubah menjadi nilai ibadah dengan menggunakannya dijalan Allah SWT. Kekayaan akan menjadi jalan menuju surga ketika berada ditangan yang tepat sedangkan ditangan orang yang kurang tepat kekayaan dapat merugikan dirinya sendiri. Adapun dalam kitab Riyadhus Shalihin digambarkan bagaimana keutamaan bagi orang kaya yang bersyukur dan menggunakan harta nya dijalan Allah SWT.

Bersyukur dalam menggunakan harta yakni memanfaatkan harta dengan sebaik-baiknya. Hal ini tercermin dari beberapa ciri:

  1. Bersyukur dengan hati. Meyakni bahwa hakikatnya harta datang dari Allah SWT tentunya diiringi dengan upaya menjemputnya.
  2. Bersyukur dengan lisan. Berusaha menjaga ucapan baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
  3. Syukur dengan perilaku. Membelanjakan maupun menyalurkan harta di jalan kebaikan.

Hadits tentang Orang Kaya yang Bersyukur dan Menggunakan Harta Dijalan Allah SWT

Dari Abdullah bin Mas’ud ra., katanya: Rasulullah SAW bersabda: “ Tidak boleh hasud (iri hati), kecuali terhadap dua hal, yaitu: terhadap seseorang yang dikarunia oleh Allah akan harta, kemudian ia mempergunakannya dalam kebenaran dan terhadap seseorang yang dikarunia ilmu oleh Allah, kemudian ia mengamalkan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya sahabat–sahabat Muhajirin yang miskin mendatangi Rasulullah SAW lalu mereka berkata: Orang–orang yang kaya mendapatkan derajat yang luhur dan kenikmatan yang abadi. Rasulullah SAW bertanya: “Mengapa demikian?”. Orang–orang itu menjawab: “Karena mereka dapat sholat sebagaimana kami sholat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, mereka bersedekah, sedangkan kita tidak dapat bersedekah dan mereka dapat memerdekakan budak sedangkan kita tidak dapat memerdekakan budak.” Rasulullah SAW lalu bersabda: ”Maukah engkau semua aku beritahukan akan sesuatu amalan yang dengannya itu engkau semua dapat mencapai pahala orang yang mendahuluimu dan dapat mendahului orang yang sesudahmu? Tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, melainkan orang yang mengerjakan seperti apa yang kalian lakukan”

Para sahabat menjawab: “Baiklah, ya Rasulullah. ”Beliau kemudian bersabda lagi: “Bacalah tasbih (Subhanallah), takbir (Allahu Akbar) dan tahmid (Alhamdulillah) setiap selesai sholat sebanyak tiga puluh tiga kali. Selanjutnya golongan sahabat Muhajirin itu kembali. Ia berkata: Saudara–saudara kami yang kaya itu mendengar apa yang kami lakukan, dan mereka pun mengerjakan sebagaimana yang kami lakukan. Rasulullah SAW lalu bersabda: “Yang sedemikian itu adalah keutamaan Allah yang dikaruniakan oleh-NYA kepada siapa saja yang dikehendaki.” (HR. Muslim Muslim) Ini adalah lafaz riwayat Imam Muslim.

Penjelasan Hadits tentang Orang Kaya yang Bersyukur

Hadits pertama menjelaskan bahwa harta datangnya dari Allah SWT bukan seratus persen dari hasil jerih payah manusia (ada campur tangan Allah SWT). Harta ditangan orang yang bersyukur akan dimanfaatkan dengan baik secara konsisten pada siang dan malam hari, serta sikapnya tersebut menjadi inspirasi bagi orang lain.

Hadits kedua menjelaskan tentang kaum yang ikut hijrah dengan Rasulullah SAW dari Mekkah yang dikenal dengan istilah kaum Muhajirin. Mereka berbicara kepada Rasulullah SAW bahwa keadaan mereka kekurangan, sehingga ada pahala yang tidak dapat mereka peroleh karena keterbatasan tersebut. Mereka mengamati orang–orang yang dilebihkan hartanya oleh Allah SWT memiliki peluang yang lebih banyak untuk memperoleh pahala tersebut. Rasulullah SAW pun membenarkan pernyataan tersebut namun tetap menenangkan dengan mengatakan bahwa kaum Muhajirin pun dapat memperoleh pahala tersebut dengan perantara Istiqomah berdzikir dan berusaha merendahkan hati. Pada dasarnya, Kaum Muhajirin tidak memiliki rasa dengki, hanya kagum terhadap keutamaan yang diperoleh orang–orang yang dilebihkan hartanya oleh Allah SWT.

Kesimpulan

Tentunya, bersyukur dan menggunakan harta dijalan Allah adalah suatu bentuk kemuliaan dan kecerdasan dari manusia dalam mengelola titipan Allah SWT. Tak memandang dirinya kaya atau miskin, kecerdasaan dalam memeliharan titipan Allah ini menjadi suatu ilmu yang harus dimiliki semua kalangan. Yang pasti, Allah SWT tidak akan memandang status hamba tersebut, melainkan melihat dari ketulusan dan hati dalam berbuat. Allah tidak akan memandang kaya dan miskin, tetapi Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Sehingga sebagai orang kaya sudah semestinya bijak dan cerdas dalam mengelola harta titipan Allah dan menggunakan dijalan Allah. Bagi yang sedang kekurangan pun harus selalu ingat, bahwa menggunakan harta dijalan Allah merupakan investasi terbesar bagi manusia. Investasi ini tidak akan mengurangi harta namun justru Allah ganti dengan berkali lipat jumlahnya.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *