Sebagai makhluk sosial, seorang manusia akan bertemu dengan manusia lainnya dan terjadi interaksi dalam kehidupan sehari–hari. Agar interaksi tersebut menciptakan suasana yang harmonis, agama islam mengajarkan tuntunan adab bertetangga kepada umatnya. Jika mendengar kata “bertetangga” sudah pasti kita tidak asing dengan kalimat tersebut. Bertetangga merupakan bagian dari kehidupan manusia untuk bisa berkoneksi dengan manusia lain yang tinggal berdekatan. Koneksi tersebut dapat terjalin dengan baik apabila dilakukan menggunakan adab yang baik. Tentunya kita sebagai manusia tidak ingin diperlakukan kurang baik. Maka sudah mestinya kita juga harus memperlakukan tetangga kita dengan baik.
Tuntunan adab bertetangga diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW melalui hadits nya. Tentu ini merupakan bagian dalam upaya meraih gelar habluminannas yakni berhubungan baik dengan sesama manusia. Untuk itu, mari ulas bagaimana tuntunan yang Rasulullah ajarkan kepada kita dalam menjaga adab bertetangga.
Hadits tentang Tuntunan Adab Bertetangga
Hadits Pertama
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “ Wahai kaum muslimah, janganlah kalian merasa hina untuk memberi sesuatu kepada tetangga kalian, walaupun hanya kikil kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits Kedua
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seorang tetangga mencegah tetangganya yang akan menancapkan kayu pada dindingnya.” Kemudian Abu Hurairah berkata: Kenapa aku masih melihat kalian mengabaikan tuntunan ini, demi Alloh aku akan memikulkan tanggung jawab atas ajaran beliau di atas bahumu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits Ketiga
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “ Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka tidak boleh mengganggu tetangganya. Dan siapa saja yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau kalau tidak hendaklah ia diam.
Hadits Keempat
Dari Syuraih Al-Khuza’i ra., ia berkata: Nabi SAW bersabda: “ Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya, siapa saja yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya, siapa saja yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik, kalau tidak, hendaklah ia diam!” (HR. Muslim)
Hadits Kelima
Dari ‘Aisyah ra. Ia berkata: Aku bertanya: “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai dua tetangga, maka siapakah yang harus aku dahulukan?” Beliau menjawab: “Kepada tetangga yang lebih dekat pintunya.” (HR. Bukhari)
Penjelasan Hadits Tuntunan Adab Bertetangga
Hadits pertama menjelaskan tentang larangan berkecil hati ketika kita memberi sesuatu yang mempunyai nilai manfaat kepada orang lain walaupun dari segi tampilan, sesuatu tersebut tidak begitu menarik. Dalam lafaz haditsnya diumpamakan makanan kikil kambing.
Hadits kedua menjelaskan tentang larangan tidak memberi izin ketika tetangga kita memasang penyangga rumahnya agar tidak roboh namun penyangga tersebut mengenai bagian rumah kita. Selama tidak merugikan kita maka berilah izin dengan senang hati.
Hadits ketiga menjelaskan tentang beberapa hal yang menjadi tolak ukur kita beriman kepada hari kiamat. Salah satunya yakni tidak membuat tetangga merasa terganggu.
Hadits keempat menjelaskan tentang beberapa hal yang menjadi tolak ukur kita beriman kepada hari kiamat. Salah satunya yakni berbuat baik terhadap tetangganya. Polanya bisa kita pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi tetangga serta kemampuan kita.
Hadits kelima menjelaskan tentang prioritas yang bisa kita ambil ketika di hadapankan dua tetangga yang membutuhkan bantuan dalam waktu yang bersamaan. Prioritas tersebut yakni tetangga yang paling dekat pintu rumahnya ke rumah tempat kita tinggal. Namun hal ini tidak berarti mengabaikan tetangga yang lainnya. Kita bisa mengatakan dengan perkataan yang baik sehingga mereka tidak terluka dengan ucapan maupun perbuatan kita.
Tips Menjadi Tetangga yang Baik
Setelah kita mengetahui hadist beserta penjelasan adab bertetangga, berikut ini merupakan tips menjadi tetangga yang baik:
- Menyapa dengan raut wajah tulus dan ramah agar tetangga merasa aman dan nyaman bertemu dengan kita.
- Mengenal namun tetap menjaga privasi tetangga agar mereka tetap memiliki ruang pribadi dan merasa dihormati.
- Jika terjadi gesekan kecil atau keributan besar maka belajar untuk memaafkan agar suasana yang tercipta tetap rukun.
- Memberi hadiah kecil berupa hidangan jika porsinya lebih dari cukup untuk keluarga di rumah atau jika kita memiliki buah tangan hasil kunjungan ke kampung halaman (misalnya).
Tentunya dalam melaksanakan adab tersebut jangan berharap mendapatkan timbal balik secara langsung. Kita senantiasa melaksanakan adab tersebut dalam upaya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Tentunya dengan mengharap ridho Allah SWT. Jangan mengharapkan timbal balik kepada manusia karena semestinya Allah yang akan melindungi hambanya jika berbuat baik dari orang-orang yang dzolim.






