Jika mendengar kata Pondok yang pendidikannya berbasis wawasan keislaman, dalam benak kita akan terlintas untaian agenda yang juga bernadakan ajaran agama islam. Namun tahukah Anda, berkembangnya zaman membuka gerbang peradaban baru sehingga para generasi seperti santri perlu dibekali banyak hal. Salah satunya yakni keterampilan berbahasa asing tentunya selain bahasa lokal yang tak kalah penting untuk dikuasai. Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh mengusung program yang bernama Kokurikuler English Lesson yang dikemas lebih menyenangkan agar menjadi penyemangat bagi santri.
Kokurikuler English Lesson dan Tujuannya
Program ini diselenggarakan setiap hari Sabtu pukul setengah sembilan pagi hingga pukul setengah sebelas siang. Dinamai sebagai kokurikuler english lesson, program ini tidak sekedar dibuat, namun memiliki beberapa tujuan yakni:
Persiapan Masa Depan
Pendidikan baik dari fase dasar hingga perguruan tinggi secara tidak langsung mengajak anak didik untuk bisa meningkatkan kemampuan akademik nya. Kemampuan berbahasa asing termasuk bahasa inggris akan menjadi bekal persiapan untuk dapat bersaing seiring meningkatnya pendidikan seorang siswa. Tak sedikit keterampilan berbahasa inggris juga dijadikan sebagai salah satu persyaratan kompetensi dalam memperoleh beasiswa pendidikan. Sehingga pembekalan sejak dini menjadi persiapan dalam menyongsong masa depan santri.
Peningkatan Kemampuan Berbicara dengan Praktis
Program ini tidak hanya menekankan pada kemampuan memahami berbagai teorinya, namun beberapa poin utamanya yakni kemampuan membaca, mendengar dan berbicara kosakata, rangkaian kalimat maupun pola percakapan. Ya, para santri dilatih untuk memiliki keberanian dan rasa percaya diri untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris secara lancar.
Memudahkan Akses Ilmu dari Sumber Internasional
Ilmu pengetahuan agama yang dipelajari di pondok tidak terbatas pada referensi lokal, namun referensi asing pun turut mewarnai khazanah islam. Dengan menguasai bahasa asing, materi–materi yang tersaji lebih mudah untuk dipelajari dan dimengerti. Sehingga membuka jendela baru dalam upaya memperdalam ilmu pengetahuan terutama pengetahuan agama islam.
Sebagai Sarana Menyampaikan Dakwah
Poin keempat ini adalah puncak serta harapan yang paling besar dari program English Lesson. Ya, di masa yang akan datang para santri tentunya diharapkan menjadi generasi penerus agama Allah SWT yang mampu menyebarluaskan ajaran serta dakwah islam. Tentunya dengan penguasaan bahasa inggris membuka jendela lebih luas dalam upaya dakwah dan menyebarkan agama islam tanpa mengenal orang dan asal daerahnya.
Alur Pelaksanaan Kegiatan
Setelah mengetahui beberapa tujuan dari programnya, berikut ini merupakan alur dari kegiatannya:
- Para santri berkumpul di tempat yang telah ditentukan yakni di aula utama yang biasa digunakan berbagai kegiatan, setelah itu satu orang yang bertugas menjadi ketua kelas mengkondisikan suasana kelas serta memimpin do’a sebelum kegiatan utama berlangsung.
- Para tutor membuka kegiatan dengan mengucapkan salam dan ice breaking agar suasana tidak canggung. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang akan dipelajari oleh para santri.
- Penyampaian materi oleh para tutor, adapun beberapa materinya yakni menghafal kosakata, membuat pola kalimat atau percakapan dasar ataupun percakapan yang digunakan dalam kehidupan sehari–hari.
- Demonstrasi materi yang dipelajari, beberapa tahapannya yakni dialog berpasangan, para tutor melontarkan beberapa kuis agar pembelajaran tidak memberi kesan jenuh, serta para santri belajar mengucapkan kosakata maupun latihan berbicara di depan teman–temannya.
- Mengembangkan materi melalui kreativitas, beberapa tekniknya yakni membuat cerita sederhana, kata–kata mutiara, slogan maupun poster.
- Melakukan evaluasi dan menutup kegiatan, Dalam tahap ini para tutor memberikan tugas ringan agar kemampuan para santri dapat diketahui dan diukur. Tugas ringan ini berupa penyelesaian soal–soal dan lain–lain.
Materi Pembelajaran
Setelah mengetahui alur program English Lesson tersebut, berikut ini adalah beberapa nama materi yang dipelajarinya:
- Identifying object, yakni mengidentifikasi sesuatu yang kedudukannya sebagai objek seperti nama–nama benda, hidangan dan lain–lain.
- Parts of body, yakni mengidentifikasi nama–nama anggota bagian tubuh manusia.
- Reading, membaca teks kalimat berbahasa inggris untuk mempermudah pemahaman.
- Speaking, berbicara untuk membiasakan dalam mengucapkan kalimat berbahasa inggris.
- Listening, mendengarkan untuk melatih pendengaran dalam mencerna kalimat berbahasa inggris.
Program ini tentunya menjadi penyemangat bagi santri dalam memperdalam ilmu pengetahuan baik secara agama maupun ilmu umum. Pelaksanaan program ini berdasarkan dukungan dari banyak pihak yang terlibat. Semoga dengan pelaksanaan program ini melahirkan santri yang siap bersaing dalam setiap lini pendidikan dan pekerjaan terutama berguna bagi masyarakat luas.






