Our Blog

Ar-Raudhoh-Gema-Sholawat

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H: Gema Sholawat & Siraman Qalbu

Salah satu bulan yang agung di tahun hijriyah yakni bulan Rabiul awwal. Ya, pada bulan ini lahir seorang manusia paling mulia sejagat raya. Siapakah beliau? Sejarah mengenalnya dengan nama Baginda Rasulullah Muhammad bin Abdullah. Beliau lahir tepat pada tanggal 12 Rabiul awwal Hijriyah atau 20 April 571 M. Seringkali peringatan dilaksanakan berdasarkan bulan dan tahun hijriyah nya. Momen kelahiran nabi Muhammad SAW seringkali diperingati sebagai maulid nabi yakni sebagai bentuk kecintaan dan kerinduan dari ummat-nya.

Peringatan Maulid Nabi di Pondok Yatim & Dhuafa Ar-raudhoh

Pada tahun ini, Pondok Yatim & Dhuafa Ar-Raudhoh menyelenggarakan peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang dikemas dengan nama agenda Gema Sholawat dan Siraman Qolbu. Adapun beberapa tujuannya yakni:

  1. Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Baginda Rasulullah Muhammad SAW adalah sosok manusia paling mulia sekaligus pemimpin yang membawa ajaran penuh dengan manfaat, kasih sayang dan kedamaian bagi seluruh makhluk.
  2. Meningkatkan rasa mahabbah atau cinta kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW, bentuk cinta tidak sekedar diucapkan namun dengan ikhtiar mengenal lebih dalam sosok, melanjutkan perjuangan serta meneladani perilaku mulianya merupakan upaya atau wujud cinta yang tinggi.
  3. Meningkatkan tali kebersamaan, momen ini biasanya membuat para guru dan santri  tentunya dengan tempat yang disediakan dengan sedemikian rupa. Kebersamaan yang terjalin tentunya dengan niat menjalin tali persaudaraan yang murni berlandaskan kecintaan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
  4.  Sebagai sarana penguatan spiritual, Hal ini diperoleh dari acara siraman qolbu yang berisi nasihat–nasihat keagamaan serta motivasi dari mubaligh. Ya, siraman qolbu ini mampu meningkatkan keimanan yang sedang turun.

Pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi

Adapun setelah mengetahui tujuan–tujuan dari agenda tersebut, berikut ini merupakan alur pelaksanaannya:

  1. Persiapan acara, satu minggu H-1 panitia kegiatan sudah terbentuk dan acara sudah tersusun. Tepat pada hari H, semua yang terlibat mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut. Acara dimulai selepas solat isya berjama’ah dan berakhir pada pukul sepuluh malam.
  2. Setelah para guru pondok  dan para santrinya berkumpul di tempat yang telah disediakan acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, lantunan ayat suci Al-qur’an dan lantunan sholawat oleh santri yang sebelumnya beri intruksi untuk melaksanakan amanah ini.
  3. Setelah itu acara dilanjutkan dengan lantunan kitab Al-Barzanji dan Mahalul qiyam yang dipimpin oleh salah satu asatidz atau guru. Semua yang hadir diintruksikan untuk berdiri pada saat melantunkannya sebagai bentuk penghormatan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Momen ini menghadirkan suasana hati yang sulit diungkapkan namun terasa sangat syahdu.
  4. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak panitia pelaksana agenda, pimpinan pondok serta perwakilan tokoh masyarakat. Isinya sebagai bentuk penyampaian makna pelaksanaan peringatan maulid Baginda Rasulullah Muhammad SAW tersebut.
  5. Acara dilanjutkan dengan siraman rohani atau ceramah yang disampaikan oleh mubaligh yang dihadirkan pada malam momentum tersebut. Isinya menyampaikan nasihat & motivasi beribadah, keteladanan akhlak Baginda Rasulullah Muhammad SAW dan sebagainya. Durasi yang berjalan kurang lebih satu jam diselingi dengan lantunan sholawat agar suasana yang tercipta tetap khidmat dan ceria.
  6. Siraman qolbu menjadi inti sekaligus penutup dari kegiatan peringatan maulid Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Setelah siraman qolbu selesai, acara dilanjutkan dengan munajat do’a yang dipimpin oleh mubaligh. Semua orang yang hadir diminta khusyuk berdo’a. Setelah itu mubalig meninggalkan podium dan acara ditutup oleh pembawa acara.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *