Di setiap lembaga pendidikan islam, tentunya terdapat kesenian tradisional yang terus-menerus dilestarikan agar tercipta syiar dakwah yang konsisten dan mempunyai kesan menarik. Melalui program Hadroh, anak–anak asuh di Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh diharapkan mampu mengimplementasikan nilai–nilai tersebut. Program ini sudah ada sejak berdirinya pondok dan pada saat pelaksanaannya tetap melibatkan para pengurus pondok sebagai pembimbingnya. Adapun waktu latihannya dimulai ba’da sholat ashar–jam 5 petang. Program Hadroh ini biasanya dipentaskan dalam acara–acara tertentu seperti di acara Perayaan Hari Besar Islam, Haflah Akhirussanah, dan Kajian rutin bulanan.
Manfaat Program Hadroh
Selain menjadi washilah atau jalan menegakkan syiar islam, program hadroh memiliki beberapa manfaat spiritual dan manfaat psikologis para anak asuh. Berikut ini adalah penjelasannya :
Manfaat bagi Spiritual
Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan
Lagu–lagu yang dilantunkan oleh vokalis hadroh biasanya berupa pujian kepada Alloh SWT, keteladanan dari kisah para rosul terutama kepada Nabi Muhammad SAW, motivasi dalam beribadah, nasihat hidup dan lain–lain. Hal ini tentunya mampu menggugah jiwa agar tetap konsisten di jalur agama islam.
Menyejukkan Hati
Disadari atau tidak, musik hadroh ternyata mampu memberikan efek relaksasi bagi hati terutama jika lagu yang dibawakan mengandung makna muhasabah diri.
Meningkatkan Kerja Sama antar Anggota Tim
Agar Hadroh berjalan lancar, maka diperlukan kolaborasi dan kesesuaian antara vokalis dengan para pemain alat musiknya. Maka dari itu, kesabaran dan kestabilan ego menjadi hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
Manfaat bagi Psikologis
Meningkatkan Konsentrasi
Sebelum dipentaskan, Hadroh tentunya memerlukan latihan yang rutin sehingga konsentrasi dari tiap anggota timnya menjadi poin yang utama. Keharmonisan musik yang dilantunkan menyesuaikan seberapa fokus anggota tim dalam menjalankan perannya masing-masing.
Bentuk Ekspresi Diri
Hadroh memberikan ruang untuk menyalurkan minat dalam bidang kesenian sehingga dapat membantu untuk memahami dan mengekspresikan diri sendiri secara sehat dan tetap berada di dalam batas ajaran agama islam.
Tantangan Program Hadroh
Selain manfaat, dalam mengembangkan kesenian Hadroh tentunya memiliki beberapa tantangan dan solusinya. Berikut ini merupakan penjelasannya :
Minat Musik Generasi Muda
Hal ini tentunya menjadi tantangan yang utama karena semakin berkembangnya zaman, generasi muda cenderung menjadi penikmat musik modern. Namun tak perlu khawatir, untuk tetap mengimbangi genre musik modern, maka komposisi Hadroh dapat dikolaborasikan dengan alat musik melodi yang bernama organt tunggal.
Menyeimbangkan antara Tradisi dengan Modernisasi
Pada dasarnya, Hadroh dapat di modernisasi namun yang perlu diperhatikan adalah menjaga supaya esensi Hadrohnya tetap terjaga.
Membawakan Syair–syair yang Relevan dengan Perkembangan Zaman
Biasanya, generasi muda maupun orang tua merasa tertarik dengan fenomena yang sedang berlangsung. Maka dari itu, lirik–lirik syair Hadroh yang mengandung fenomena tersebut dapat menjadikan daya tarik. Namun, tetap diperhatikan etika dan esensi dakwahnya.
Alat Musik Hadroh
Setelah membahas program, manfaat, tantangan serta solusi dalam mengembangkan Hadroh tentunya kita merasa penasaran dengan alat–alat musiknya. Maka dari itu, yuk simak penjelasan berikut ini:
- Darbuka, alat musik ini tergolong kedalam alat musik perkusi yang mempunyai bentuk menyerupai guci.
- Bass, alat musik ini menyerupai drum namun kedalaman dan lebarnya yang sedikit berbeda. Bas dimainkan dengan stik khusus yang ujungnya dilapisi karet agar tidak merusak permukaan atas bas itu sendiri.
- Rebana, alat musik ini mempunyai bentuk yang permukaan bulat. Alat ini berfungsi sebagai pengiring utama.
- Tam – tam, alat musik ini mempunyai bentuk yang lebih kecil dibandingkan rebana dan berfungsi sebagai pengiring rebana dan menambah variasi ritme musik.
- Kecrek, alat ini mempunyai bentuk sepasang logam – logam kecil yang dirangkai dengan besi melintang. Kecrek biasanya dipukul agar menghasilkan suara.






