Disadari atau tidak, pada zaman sekarang segala hal terjadi dan berubah sangat cepat. Sebagai contoh yakni perputaran waktu dan beranjaknya usia manusia. Dua hal tersebut tentunya saling berkaitan, dan sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk menggunakan waktu dengan sebaik–baiknya. Seseorang seringkali diliputi gundah ketika dihadapkan dalam dua pilihan yang menurutnya sama–sama baik. Hal ini tentu perlu pengambilan keputusan yang tepat agar perputaran waktu dan beranjaknya usia mempunyai makna bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Maka Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk senantiasa melaksanakan sholat istikharah sebagai jalan untuk mendapatkan pilihan terbaik menurut Allah.
Hadits tentang Istikharah
Dari Jabir ra., ia berkata: “Rasulullah SAW, mengajarkan kami supaya melakukan istikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan suatu surat Al qur’an, dimana beliau bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian mempunyai tujuan dalam suatu urusan, hendaklah ia sholat sunnat dua rakaat kemudian membaca:
“ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk dengan pengetahuan-Mu, aku mohon ketetapan dengan kekuasaan-Mu, dan aku mohon besarnya karunia-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa dan aku tidak kuasa, Engkaulah yang Maha Tahu dan aku tidak tahu, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang Ghaib. Ya Allah, apabila engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untuk diriku dan agamaku, kehidupanku dan urusanku (atau mengatakan: baik pada waktu dekat maupun dikemudian hari) maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini buat diriku. Namun apabila Engkau mengetahui, bahwa urusanku itu buruk buat diriku dalam agamaku, kehidupanku dan akibatnya pada urusanku (atau ia mengatakan: baik pada waktu dekat maupun di kemudian hari), maka jauhkanlah urusan itu dariku dan hindarkanlah aku darinya, serta tentukanlah yang lebih baik untukku bagaimanapun adanya, kemudian jadikanlah aku orang yang ridha (puas) dengan ketentuan itu.” Beliau juga bersabda: “Ia harus menyebutkan hajatnya.” ( HR Bukhari )
Penjelasan Hadits tentang Istikharah
Suatu saat, sahabat Jabir ra., mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan para sahabatnya (termasuk Jabir ra). Tata cara ketika mempunyai dua pilihan yang harus diambil salah satunya demi kebaikan di masa itu dan masa yang akan datang. Tata cara tersebut mempunyai istilah istikharah. Ya, jika dimaknai istikharah yakni menentukan satu diantara dua pilihan. Lalu seperti apa tata cara tersebut? Yuk, simak penjelasan berikut ini:
Niat yang Tulus
Niat yang dimaksud semata–mata meminta petunjuk yang terbaik menurut Allah SWT walaupun pada awalnya terkadang kita belum menerima dengan sepenuh hati apa yang menurut Allah SWT paling terbaik.
Sholat Sunnah Istikharah
Waktu paling terbaik dalam pelaksanaannya yakni sebelum tidur malam dan di sepertiga malam terakhir. Adapun jumlah raka’at yang dikerjakannya yakni 2 rakaat seperti sholat sunnat yang lainnya namun berbeda di lafaz niatnya. Setelah selesai sholat, maka melafalkan do’a (tertera di lafaz hadist diatas) atau menggunakan bahasa lisan sendiri dan yang tidak kalah penting menyebutkan hajat atau tujuannya.
Mengenali petunjuk
Petunjuk biasanya datang ke mimpi atau keteguhan hati. Jika perlu, untuk mengenali petunjuk mintalah bantuan kepada orang yang faham dan amanah. Setelah itu, terimalah secara perlahan (jika belum bisa menerima dengan sepenuh hati) apa yang menjadi pilihan terbaik dari Allah SWT. Tak kalah penting juga, selain ikhtiar bathin kita pun dianjurkan untuk berikhtiar secara lahir dengan versi dan kemampuan kita. Jangan memaksakan sesuatu yang berlawanan dengan kata hati dan iman, karena Allah SWT Maha bijaksana terhadap ketetapannya.






