Our Blog

Ar-Raudhoh-Istinja-Dengan-Batu

Istinja dengan Batu: Pembelajaran Safinatunajah Bab Thaharah

Istinja, dalam bahasa Arab berarti membersihkan. Merupakan proses penting dalam Islam untuk membersihkan diri dari hadas kecil, yaitu kondisi yang membuat seseorang tidak suci untuk beribadah, khususnya sholat. Istinja dilakukan dengan menggunakan air yang suci dan mengalir untuk membersihkan bagian tubuh yang terkena hadas.  Namun,  jika air tidak tersedia,  diperbolehkan menggunakan batu yang suci sebagai alternatif untuk membersihkan diri.

 Ada beberapa syarat Istinja dengan batu yaitu:

Istinja dengan menggunakan 3 batu

Syarat pertama adalah menggunakan minimal tiga batu yang suci dan bersih.  Ini  bukan sekadar  aturan  formal,  tetapi  memiliki  hikmah  yang  mendalam. Pertama, penggunaan tiga batu  mencerminkan  kesempurnaan  dalam  ibadah.  Dalam Islam,  angka  tiga  sering  digunakan  sebagai  simbol  kesempurnaan. Kedua,  tiga  batu  memberikan  kesempatan  yang  cukup  untuk  membersihkan  diri  secara  maksimal.  Batu  pertama  digunakan  untuk  mengosok  bagian  yang  terkena  hadas  secara  kasar,  batu  kedua  untuk  membersihkan  sisa-sisa  kotoran,  dan  batu  ketiga  untuk  menghilangkan  jejak  kotoran  yang  masih  tersisa.

Ketiga batu tersebut dapat membersihkan najis

Batu yang digunakan harus bersih dan suci dari najis lainnya, seperti air seni hewan, kotoran  manusia, dan lain sebagainya.   Ini karena batu yang  terkontaminasi  najis  tidak  akan  mampu  membersihkan  najis  lain  dan  malah  akan  menambahkan  najis  yang  lain. Pilihan batu yang tepat  menjadi penting. Batu yang kasar dan berpori seringkali lebih efektif dalam menyerap najis dan  membersihkannya dari tubuh. Namun, jika tidak menemukan batu yang tepat, boleh menggunakan batu lain yang diyakini bersih dan mampu menyerap najis.

Najis yang belum di bersihkan belum kering

Syarat ketiga dalam istinja dengan batu adalah najis yang ingin dibersihkan belum kering. Hal ini  menekankan pentingnya menjalankan istinja segera setelah terkena hadas kecil. Najis yang masih basah  akan lebih mudah dibersihkan dengan batu. Batu yang diusap ke najis akan menyerap air dan kotoran yang melekat. Namun, jika najis sudah kering, akan lebih sulit dibersihkan dengan batu saja.

Najis belum pindah dari tempat keluarnya

Syarat keempat dalam istinja dengan batu adalah najis yang ingin dibersihkan belum berpindah dari tempat keluarnya. Artinya, najis masih tetap berada di tempat dimana ia keluar, baik itu di bagian tubuh  atau di pakaian. Jika najis sudah berpindah tempat, misalnya sudah menempel ke bagian tubuh lain atau sudah merembes ke pakaian, maka istinja dengan batu tidak lagi sah. Ini karena batu hanya bisa membersihkan najis yang masih berada di tempat asal keluarnya.

Tidak bercampur dengan hadas yang lain

Syarat kelima dalam istinja dengan batu adalah najis yang ingin dibersihkan tidak bercampur dengan hadas yang lain. Artinya, najis yang akan dibersihkan hanya satu jenis, misalnya hanya air kencing atau hanya kotoran manusia. Jika najis yang ingin dibersihkan bercampur dengan najis lain, misalnya air  kencing bercampur dengan kotoran manusia, maka istinja dengan batu tidak lagi sah. Hal ini karena batu hanya bisa membersihkan satu jenis najis saja.

Najis tidak melampaui hasyafah atau bulatan dubur

Syarat keenam dalam istinja dengan batu adalah najis tidak melampaui hasyafah atau bulatan dubur. Hasyafah adalah bagian tubuh yang menonjol keluar dari ujung dubur, sedangkan bulatan dubur adalah bagian yang berbentuk bulatan di sekitar lubang dubur. Artinya, jika najis yang ingin dibersihkan hanya menempel di bagian luar hasyafah atau bulatan dubur, maka istinja dengan batu diperbolehkan. Namun, jika najis sudah masuk ke dalam hasyafah atau bulatan dubur, maka istinja dengan batu tidak lagi sah.

Najis tidak terkena air

Syarat ketujuh dalam istinja dengan batu adalah najis yang ingin dibersihkan tidak terkena air. Artinya,  najis yang akan dibersihkan masih dalam keadaan kering dan belum terkena air. Jika najis sudah terkena air, misalnya terkena air hujan atau air yang menetes dari tempat lain, maka istinja dengan batu tidak lagi  sah. Hal ini karena air dapat membuat najis menjadi lebih sulit dibersihkan dengan batu. Syarat ini menekankan pentingnya menjalankan istinja segera setelah terkena hadas kecil. Jika menunda-nunda istinja, najis akan berpindah tempat dan akan lebih sulit dibersihkan.

Harus memakai batu-batu yang suci

Syarat terakhir dan yang tak kalah penting dalam istinja dengan batu adalah menggunakan batu yang suci. Batu yang digunakan harus bersih dari najis dan tidak terkena sesuatu yang haram. Ini merupakan syarat mutlak dalam istinja dengan batu. Batu yang tidak suci tidak akan mampu membersihkan najis dan  malah akan menambahkan najis lain. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa batu yang kita gunakan untuk istinja benar-benar suci. Jika kita ragu tentang kesucian batu tersebut, maka lebih baik mencari batu lain yang diyakini suci.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *