Our Blog

Ar-Raudhoh-Kemuliaan-Lailatul-Qadar

Kemuliaan Lailatul Qadar: Riyadhus Shalihin

Pada hari yang telah ditentukan, semua manusia akan dikumpulkan dan ditimbang amal ibadahnya. Dari umat nabi Adam AS sampai dengan umat nabi Muhammad SAW mempunyai timbangan yang sama. Jika dilihat dari kilas baliknya, umur umat nabi sebelum nabi Muhammad rata–rata berusia sangat panjang bahkan ada yang mencapai 1.000 tahun. Sedangkan umat nabi Muhammad SAW rata-rata berusia relatif pendek. Secara akal pikiran kita sebagai manusia, maka dapat disimpulkan cukup jauh perbandingan dari segi kuantitas nilai ibadah. Maka dari itu, malam Lailatul qadar Allah SWT hadiahkan bagi umat nabi Muhammad SAW sebagai penyempurna ibadah. Mengapa demikian? Mari kupas tuntas kemuliaan lailatul qadar sebagai malam yang sangat dinanti dan diharapkan oleh umat muslim:

Hadits tentang Keutamaan beribadah pada malam Lailatul Qadar

Dari Ibnu Umar ra., bahwasanya beberapa sahabat Nabi SAW, memimpikan Lailatul Qadar pada tujuh malam yang terakhir (dalam bulan Ramadhan). Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “ Aku perhatikan impianmu itu benar–benar tepat pada tujuh malam terakhir, maka barang siapa ingin mencari Lailatul Qadar, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh pada tujuh malam yang terakhir.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh malam yang terakhir dari Bulan Ramadhan. Serta bersabda: “ Bersungguh-sungguhlah kalian mencari lailatul Qadar pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah ra., ia berkata: Aku bertanya: “ Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu seandainya aku mengetahui malam itu adalah malam Qadar, apakah yang harus aku baca pada malam tersebut?”. Beliau bersabda: “ Bacalah Allohumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Pengampun, maka ampunilah aku).” (HR Tirmidzi) Hadis hasan sahih.

Penjelasan Hadits Kemuliaan Lailatul Qadar dan Keutamaan Beribadah didalamnya

Jika dilihat dari suku katanya, Lailatul qadar mempunyai arti malam seribu bulan. Maknanya  apabila kita beribadah pada malam tersebut, maka pahalanya sama dengan pahala beribadah seribu bulan. Jika dihitung dengan matematika, seribu bulan setara dengan delapan puluh tiga tahun. Kita ambil permisalan seseorang berusia enam puluh tahun lalu dalam hidupnya mendapatkan Lailatul Qadar sebanyak sepuluh kali. Maka ia mendapatkan pahala setara dengan delapan ratus tiga puluh tahun. Terkait waktu datangnya malam Lailatul Qadar, pada hakikatnya setiap tahunnya tidak ada yang mengetahui secara tepat. Namun dalam hadits–hadits yang diriwayatkan dari para sahabat dan salah satu istri Nabi SAW dicantumkan bahwa malam sepuluh hari terakhir (ganjil) di bulan Ramadhan biasanya malam tersebut datang.

Pada malam itu Allah SWT dan para malaikat turun ke langit dunia dan memberikan berbagai pahala dan keutamaan bagi hamba yang berkenan beribadah pada malam tersebut. Adapun beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada malam Lailatul Qadar yaitu:

  1. Sholat Maghrib dan isya dilanjutkan dengan berbagai sholat sunah yang tentunya sesuai dengan tuntunan ilmu fikih
  2. Tadarus, menghafal dan mengkaji kitab suci Al qur’an
  3. Memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah SWT) dan berdo’a. Kalimat do’anya tergantung kemampuan masing–masing namun jika ingin mengambil yang lebih utama maka dapat dilantunkan lafaz do’a yang terdapat pada hadits ketiga
  4. Bersedekah, sesuatu yang diberikan tidak terbatas pada harta benda melainkan dapat berupa pikiran tenaga dan yang lainnya

Untuk itu, mari kita berlomba-lomba dalam melaksanakan amal ibadah terutama di bulan Ramadhan ini. Karena hakikatnya Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia dan penuh dengan keberkahan. Memperbanyak amal ibadah serta mengejar malam lailatul qadar sudah selayaknya menjadi motivasi tambahan bagi umat muslim dalam mengejar ridho Allah SWT. Semoga amal ibadah ramadhan kita semua diterima oleh Allah SWT dan diberikan pahala terbaik dan semoga kita senantiasa dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar dalam posisi beriman kepada Allah serta sedang melaksanakan amal ibadah.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *