Tahukah Anda? rangkaian hari yang kita lalui ternyata mempunyai rajanya atau memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh hari yang lainnya. Ya, rajanya hari atau dalam bahasa arab dikenal dengan istilah sayyidul ayyam adalah hari Jumat. Bagi umat muslim hari jumat bukan hanya dipandang sebagai hari biasa, namun hari yang istimewa dari setiap minggu nya. Banyak keutamaan hari jumat yang senantiasa dapat menambah nilai pahala bagi kita sebagai seorang hamba. Kita kupas tuntas berdasarkan kitab Riyadhus Shalihin!.
Hadits tentang Keutamaan Hari Jumat
Dari Salman ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seorang lelaki yang mandi pada hari jumat dan bersuci diri semampu ia bersuci, memakai minyak atau wewangian, kemudian ia keluar ke masjid, tidak memisahkan antara dua orang yang sedang duduk untuk dilompati, lalu mengerjakan sholat sesuai dengan yang telah ditentukan baginya, kemudian ia diam ketika iman (khatib) sedang berkhutbah, maka pasti dosanya diampuni antara jumat itu dengan jumat yang lalu.” (HR Bukhari)
Penjelasan Hadits tentang Keutamaan Hari Jumat
Hadits tersebut menjelaskan tentang beberapa agenda umat islam pada hari jumat yang mendapatkan pahala diampuni dosa hingga hari jumat berikutnya. Adapun beberapa agenda tersebut yaitu:
Mensucikan Diri
Yang dimaksud yakni mandi shunnah bagi laki–laki (sudah memasuki usia baligh). Adapun waktu pelaksanaannya yaitu sebelum mendirikan sholat jumat, tujuannya untuk membersihkan lahiriyah dan spiritual agar persiapan sebelum beribadah maksimal. Berdasarkan ilmu fikih, hukumnya sunnah muakkadah bahkan sebagian para ulama berpendapat wajib.
Tata caranya meliputi membaca niat mandi shunnah jumat, meratakan air dari ujung kepala hingga ujung kaki, membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada seluruh anggota tubuh, lalu membilas seluruh anggota tubuh dan pastikan (anggota tubuh) ada dalam keadaan bersih dan suci. Mandi sunnah jumat ini memberikan kesegaran dan semangat yang tentunya dibutuhkan terutama dalam pelaksanaan sholat jumat mengingat jam sholatnya di siang hari atau waktu dzuhur.
Memakai Wangi-wangian
Berbagai jenis parfum menjadi alternatif dalam pelaksanaan agenda ini. Tujuannya untuk menambah suasana nyaman bagi tubuh individu dan orang–orang di sekitar pada saat pelaksanaan sholat jumat. Dua hal yang sangat dianjurkan untuk diperhatikan yakni memilih parfum yang tidak mengandung najis agar kesucian tubuh tetap terjaga dan memilih aroma yang tidak terlalu menyengat agar konsentrasi ibadah orang lain tidak terganggu.
Berangkat ke Masjid
Maknanya yaitu melangkahkan kaki menuju masjid untuk mendirikan sholat jumat. Lebih utama jika mengikuti rangkaiannya dari awal sehingga dapat melaksanakan ibadah yang lainnya seperti berdzikir lebih lama dan membaca ayat–ayat Al–Qur’an.
Tidak Memisahkan Antara Dua Orang yang Sedang Duduk untuk Dilompati
Maknanya yakni tidak duduk di tengah antara dua orang bahkan jika kondisinya tidak ada celah sama sekali. Hal ini merupakan bagian dari adab, terkecuali jika ada izin dari dua orang tersebut.
Mengerjakan Sholat Sesuai dengan yang Telah Ditentukan
Maksudnya yakni mengikuti rangkaian sholat jumat dengan khusyuk dan tertib agar meraih ridlo Allah SWT dan tidak mengganggu suasana ibadah orang lain.
Diam Ketika Khatib sedang Berkhutbah
Mendengarkan khutbah merupakan salah satu rukun dalam rangkaian sholat jumat. Maka dari itu, salah satu etikanya yakni tidak melakukan hal sia–sia dan aktivitas yang lainnya. Tujuannya agar ibadah sholat jumat diterima oleh Allah SWT dan meraih ilmu dari nasihat yang disampaikan oleh khatib. Adapun beberapa pengecualian atau diperbolehkan mengeluarkan suara pada saat berkhutbah yaitu menjawab salamnya khatib dengan suara lirih, memberikan isyarat jika ada orang yang melakukan hal–hal yang membahayakan.






