Our Blog

Ar-Raudhoh-Santri-Edukatif

Santri Edukatif: Demonstrasi Pembuatan Kue Tradisional

Pekan ini, Pondok Yatim & Dhuafa menyelenggarakan kegiatan yang berkolaborasi dengan beberapa mahasiswa dari salah satu universitas teknik di Bandung. Kegiatan ini memberikan pengalaman edukatif bagi para santri dan pengalaman bersosialisasi bagi para mahasiswa. Adapun waktu pelaksanaannya yakni di hari Minggu tanggal 14 Desember 2025. Dengan bertujuan untuk menciptakan santri edukatif dengan nama kegiatan yakni demonstrasi membuat kue tradisional putu mayang. Pernah dengar nama kue tradisional yang satu ini? Ya, Putu Mayang merupakan salah satu jenis kue basah yang berasal dari daerah betawi, berbentuk seperti mi, disajikan dengan kuah gula merah cair dan berbahan dasar campuran tepung tapioka, tepung beras & santan.

Mekanisme Kegiatan Santri Edukatif

Kegiatan ini diawali dengan perkenalan terlebih dahulu dari para mahasiswa dan para santri agar suasana yang tercipta tidak canggung. Setelah itu, dilanjutkan dengan ice breaking sambil mempersiapkan alat dan bahan pembuatan kue tradisional putu mayang. Setelah alat dan bahan siap sedia, para santri dibagi menjadi beberapa kelompok. Nah, langkah berikutnya yaitu proses pembuatan kue putu mayangnya. Berikut ini merupakan penjelasannya:

Penjelasan Pembuatan Kue Tradisional

Membuat Adonan

Campurkan bahan–bahannya berupa tepung beras, sedikit garam (untuk cita rasa), gula pasir, daun pandan (untuk penambah aroma), dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk agar tidak lengket dan tidak menggumpal di dalam panci lalu di masak di atas kompor dengan api kecil. Untuk takaran adonan, disesuaikan dengan porsi yang diinginkan.

Campurkan Tepung Tapioka

Langkah berikutnya yakni memindahkan adonan ke dalam wadah, beri tepung tapioka secukupnya dan uleni hingga adonan kalis. Supaya tampilannya menarik, pisahkan adonan menjadi beberapa bagian lalu tambahan pewarna makanan. Kue tradisional putu mayang identik dengan warna pink, hijau, putih atau kuning.

Mencetak Adonan

Masukan adonan ke dalam plastik segitiga lalu cetak dengan cara mengeluarkan adonan membentuk mi atau bentuk yang diinginkan. Adonan yang dikeluarkan diletakkan di atas loyang yang telah dialasi kertas roti atau daun pisang yang telah diolesi minyak goreng agar tidak lengket.

Mengukus Adonan

Setelah itu adonan dikukus hingga matang. Durasi umumnya yakni setengah atau satu jam (tergantung banyaknya porsi adonan). Pada saat mengukus, pastikan tempat kukusan tidak tertutup terlalu rapat untuk mencegah adonan terlalu mengembang. Sambil menunggu adonan matang di kukus, para santri bermain games hiburan agar suasana tetap kondusif.

Membuat Kuahnya

Bahan yang dibutuhkan yaitu gula merah, sedikit garam, air secukupnya, dan daun pandan. Campurkan semua bahan dan rebus hingga matang. Selanjutnya kecilkan api kompor lalu tambahkan santan dan masak hingga mengental. Setelah adonan matang, angkat dari tempat mengukus lalu sajikan di piring atau wadah lainnya dan siram dengan kuahnya.

Setelah rangkaian demonstrasi pembuatannya selesai, para mahasiswa dan para santri menikmati kue tradisional putu mayang. Kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan dan merapikan tempat dan peralatan yang digunakan, terakhir para mahasiswa berbagi rezeki dengan para santri dan menyampaikan pesan dan kesan kegiatan tersebut. Selanjutnya, rangkaian kegiatan ditutup dengan dokumentasi dan prakata dari mahasiswa & pengurus pondok

Manfaat Kegiatan Santri Edukatif

Nah, selain menambah wawasan edukasi kegiatan tersebut mempunyai beberapa manfaat. Yuk simak penjelasannya:

  1. Melestarikan budaya. Di tengah maraknya makanan khas luar indonesia, membuat dan menikmati makanan khas indonesia merupakan salah satu wujud menjunjung tinggi dan mencintai warisa budaya Indonesia.
  2. Menciptakan suasana kebersamaan, membuat kue putu mayang dengan berkelompok memungkinkan bersosialisasi dan mempererat hubungan pertemanan. Dalam hal ini, tetap memperhatikan adab pergaulan antara laki – laki dan perempuan.
  3. Mengenal alternatif jajanan sehat, kandungan bahan kue tradisional putu mayang umumnya bersifat alami sehingga tidak berpotensi memicu timbulnya penyakit yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *