Santri Pondok Yatim & Dhuafa Ar–Raudhoh berkolaborasi dengan mahasiswa salah satu universitas teknik di Kota Bandung. Kolaborasi ini menyajikan sebuah acara yang bernama Sosialisasi Pengolahan Kompos dan Konsep Gizi Isi Piringku. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan bertempat di aula utama pondok yatim & dhuafa Ar-Raudhoh Bandung.
Sosialisasi Pengolahan Kompos
Kegiatan ini merupakan kolaborasi sekaligus kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa universitas di kota Bandung. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para santri untuk menambah ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan. Tentunya banyak manfaat yang dapat diambil bagi para santri dan diupayakan untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Memaknai Kompos
Kompos adalah hasil penguraian dari kumpulan sampah organik seperti sampah dapur, kulit buah–buahan, daun–daunan dan lain–lain. Beberapa manfaat kompos yaitu menyuburkan tanah yang biasa digunakan untuk menanam aneka tanaman (buah–buahan, sayuran, aneka bumbu masak alami), meningkatkan efektifitas perkembangan mikroba pengurai tanah.
Memaknai konsep Isi Piringku
Konsep ini merupakan pedoman yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai substitusi konsep gizi 4 sehat 5 sempurna. Adapun rincian Konsep Isi Piringku:
- ½ isi piring: sepertiga sayuran, seperenam buah – buahan
- ¼ isi piring: lauk pauk ( protein nabati atau protein hewani )
- ¼ isi piring: Makanan pokok berupa karbohidrat ( jenis sajian menyesuaikan )
Adapun beberapa manfaatnya yaitu menjaga berat badan agar seimbang, mencegah penyakit yang tidak menular seperti gagal jantung & diabetes, menjaga kualitas kesehatan saat usia senja.
Alur Kegiatan
- Para santri sudah berkumpul di aula utama pada jam yang telah ditentukan. Pada saat yang bersamaan beberapa mahasiswa yang bertugas sebagai penyaji sosialisasi mempersiapkan media dan kebutuhan lainnya
- Acara dimulai dengan wawancara singkat oleh perwakilan mahasiswa kepada perwakilan pengurus pondok terkait sistem penyajian dan makan santri di pondok, proses pengelolaan sampah dapurnya.
- Acara dilanjutkan dengan perkenalan, ice breaking lalu penyajian materi ( sosialisasi pengolahan kompos ). Adapun penjelasan inti pengolahannya yaitu siapkan bahan ( terdapat pada paragraf awal ), semua bahan dicampur dan diatur letak serta kelembapan suhu agar kompos yang dihasilkan bagus. Biarkan bahan kompos matang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, jika sudah matang maka kompos siap dipanen. Saat waktu panen kompos tiba, jangan lupa membuang partikel besar dan membuang bahan yang belum terurai sepenuhnya
- Sesi pertanyaan dan diskusi, lalu dilanjutkan dengan makan bersama. Karena akan dibahas pula mengenai konsep gizi Isi Piringku, maka menu yang disajikan pun menyesuaikan dengan tema sebagai bentuk implementasi yang nyata
- Setelah waktu makan dan istirahat sejenak dirasa cukup, kegiatan dilanjutkan dengan penyajian materi / sosialisasi konsep gizi Isi Piringku. Inti materinya terdapat pada poin memaknai konsep gizi Isi Piringku, kesimpulan kedua temanya tidak lupa disampaikan untuk memastikan sejauh mana materi dapat di fahami
- Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan games hiburan, pembagian hadiah, games, sharing daily activity di pondok lalu acara ditutup
- Membersihkan dan merapikan tempat yang telah digunakan agar steril dan siap digunakan untuk agenda yang lainnya
Penutup
Rangkaian kegiatan di atas mempunyai manfaat yakni menjalin silaturahmi antara pihak pondok dan pihak lembaga / kampus yang bersangkutan, menambah wawasan baru bagi para santri terkait pengolahan kompos dan konsep gizi Isi Piringku yang tentunya memiliki nilai manfaat untuk keberlangsungan hidup di masa sekarang dan yang akan datang, motivasi hidup bagi para mahasiswa, menumbuhkan persaingan yang kooperatif (dalam kegiatan games bersama), dan lain – lain.






