Our Blog

Ar-Raudhoh-Sunnah-Bergembira

Sunnah Bergembira dan Mengucapkan Selamat

Dalam kehidupan, manusia tak lepas dari berbagai peristiwa yang senantiasa menimpanya. Salah satunya yakni peristiwa yang menghadirkan suasana haru dan bahagia. Dalam ajaran agama islam, terdapat salah satu tuntunan yang dianjurkan yakni mengucapkan kalimat yang mengandung turut bahagia. Adapun sunnah bergembira dan mengucapkan selamat kepada orang yang berbahagia telah dicontohkan oleh nabi melalui hadits nya.

Hadits tentang Sunnah Bergembira dan Mengucapkan Selamat kepada Orang yang Berbahagia

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy ra., ia berkata: “Suatu hari, aku berwudhu di rumah, kemudian aku pergi dan berkata dalam hati: “ Hari ini, aku akan selalu mendampingi dan menyertai Rasulullah SAW” Ia terus ke masjid dan menanyakan Rasulullah SAW Para sahabat menjawab: “Beliau ada disana.”Abu Musa menuju arah yang ditunjukkan itu dan mencari–cari beliau sehingga menuju ke sumur Aris. Sesampainya aku duduk di depan pintu menunggu sampai Rasulullah selesai hajat dan berwudhu. Setelah itu aku mendekati beliau, yang sedang duduk di tepi sumur dan menurunkan kedua kakinya ke sumur. Kemudian aku memberi salam kepada beliau, dan kembali ke depan pintu.

Aku berkata dalam hati: “Hari ini aku benar–benar menjadi penjaga pintu Rasulullah SAW” Kemudian Abu Bakar ra. datang dan mengetuk pintu, aku bertanya: “ Siapa ini?” Ia menjawab: “Abu Bakar.” Aku berkata: “Tunggu sebentar!” Aku mendatangi Rasulullah SAW dan berkata: “ Wahai Rasulullah, Abu Bakar minta izin untuk masuk.” Beliau bersabda: “ Izinkan dia untuk masuk dan gembirakanlah dengan surga.” Maka aku menyambut Abu Bakar dan berkata: “ Silahkan masuk! Rasulullah SAW menggembirakan kamu dengan surga.” Abu Bakar pun masuk dan duduk di sebelah kanan Nabi SAW.

Kedatangan para Sahabat Nabi

Kemudian aku kembali ke pintu dan duduk sambil mengingat saudaraku yang sedang berwudhu dan akan menyusul aku. Aku berkata dalam hati: “ Seandainya Allah menghendaki kebaikan pada Fulan, maka Allah juga menghendaki kebaikan kepada saudaranya, mudah–mudahan ia akan datang kemari. Tiba–tiba ada seorang yang menggerakkan pintu, maka aku berkata: “Siapa itu?” Ia menjawab: “Umar bin Khattab.”

Aku menyuruhnya menunggu. Aku mendatangi Rasulullah SAW setelah mengucapkan salam, aku berkata: “Umar minta izin untuk masuk.”Beliau bersabda: “Izinkan dia masuk dan gembirakanlah dia dengan surga.” Maka aku menyambut Umar dan berkata: “Silahkan masuk! Rasulullah SAW menggembirakan kamu dengan surga.” Umar pun masuk dan duduk di sebelah kiri Rasulullah SAW di tepi sumur, serta menurunkan kedua kakinya ke ke sumur. Kemudian aku kembali ke pintu dan duduk sambil berkata dalam hati: “Seandainya Allah menghendaki kebaikan kepada Fulan, maka Allah juga menggerakkan hati saudaranya untuk datang kemari.”

Tiba–tiba datanglah seseorang dan menggerakkan pintu. Aku bertanya: “Siapa ini?” Ia menjawab: “Utsman bin Affan.” Kemudian aku menyuruh untuk menunggu. Aku mendatangi Nabi SAW dan memberitahu, bahwa Utsman minta izin untuk masuk. Maka beliau bersabda: “Izinkan dia masuk dan gembirakan ia dengan surga, namun nanti kamu akan tertimpa suatu musibah.”Utsman pun masuk, namun di tepi sumur itu susah penuh. Sehingga ia duduk di depan neraka sebelah kiri.” Sa’ad bin Al-Musayyab berkata: “ Aku menakwilkannya (tempat duduk mereka) dengan kuburan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Mengenai Hadits Sunnah Berbahagia

Suatu ketika, Rasulullah SAW mengutus salah seorang sahabatnya untuk melaksanakan sebuah urusan. Selain itu beliau pun berpesan agar menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat yang lain seperti  Abi bakar Ash Shidiq Umar bin Khattab dan Utsman bin ‘Afffan Salah satu kabar gembiranya yakni mereka akan masuk surga.

Dalam kehidupan kita, hal tersebut dapat diimplementasikan dalam beberapa peristiwa:

  1. Adanya kelahiran seorang Anak
  2. Adanya momen Pernikahan
  3. Ketika Seseorang meraih Prestasi atau menyelesaikan jenjang Pendidikan
  4. Ketika Seseorang mendapat suatu Pekerjaan atau kenaikan dalam jabatan karirnya
  5.  Ketika Seseorang telah sembuh dari suatu penyakit
  6. Ketika Seseorang akan atau telah melakukan perjalanan jauh yang bernilai ibadah seperti Haji dan Umroh

Adapun beberapa hikmah serta keutamaan yang dapat diraih dari perilaku tersebut yakni:

  1. Menjernihkan hati, melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan atau kemuliaan semestinya menghadirkan pula rasa bahagia dalam hati. Selain itu, tuntunan dalam hadits ini memberi tuntunan kepada kita agar menjauhkan diri dari sifat negatif yang biasanya melekat dalam hati seperti iri dan dengki.
  2. Memperoleh pahala  turut gembira dan mengucapkan selamat kepada seseorang yang memperoleh kebahagiaan atau kemuliaan merupakan ibadah yang bernilai pahala sunnah . Maka dari itu, tindakan tersebut tidak akan mendatangkan kebaikan (pahala) dari Allah SWT.
  3. Mempererat tali persaudaraan, Ucapan selamat yang kita berikan kepada orang lain yang sedang memperoleh kebahagiaan atau kemuliaan membuat mereka merasa dihargai pencapaian atau peristiwa menyenangkan yang menimpanya.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *