Menjaga keseimbangan tidak terbatas pada memberi hak pada tubuh, akan tetapi berlaku pula pada saat kita menjalankan ibadah keagamaan. Hal ini dianjurkan agar fisik serta pikiran tidak mudah bosan sehingga mengakibatkan turunnya semangat dalam menjalankan ibadah keagamaan atau kita kenal dengan istilah beribadah. Allah senantiasa memerintahkan kepada hamba nya untuk beribadah. Tentunya perintah ini bukan hanya himbauan semata, melainkan suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh kita sebagai hamba-Nya. Implementasi ibadah kepada Allah dapat beragam bentuknya. Utamanya kita diperintahkan untuk senantiasa sederhana dalam beribadah agar mendapatkan ridho dan rahmat Allah SWT.
Hadits tentang Anjuran Sederhana dalam Beribadah
Dari Anas ra., ia berkata: Nabi SAW masuk ke dalam masjid dan menemukan tali yang terpasang memanjang antara dua tiang, beliau lantas bertanya: “Zainab yang memasangnya, dan tali ini digunakan sebagai pegangan bila terasa lelah dalam sholatnya. Nabi SAW bersabda: “Lepaskan tali itu, hendaklah di antara kalian sholat dalam keadaan semangat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Juhaifah Wahab bin Abdullah ra., ia berkata: ”Nabi SAW mempersaudarakan Salman dan Abu Darda’. Tatkala Salman berkunjung ke rumah Abu Darda’, ia mendapatkan Ummu Darda’ (isteri Anu Darda’) sedang mengenakan pakaian kerja, lantas Salman bertanya: “ Mengapa kamu tidak berhias? ”Ummu Darda’ menjawab: “Abu Darda’ susah tidak lagi memperhatikan kepentingan duniawi. ”Kemudian Abu Darda’ datang dan dihidangkanlah makanan, ia berkata kepada Salman: “Silahkan makan, aku sedang berpuasa. ”Salman menjawab: “Aku tidak akan makan sebelum kamu makan. ”Maka Abu Darda’ pun makan.
Dimalam harinya Abu Darda’ bangun untuk mengerjakan sholat malam, maka Salman berkata kepadanya: “Tidurlah”. Maka Abu Darda’ pun tidur kembali. Ketika Abu Darda’ bangun guna mengerjakan sholat malam, namun Salman berkata kepadanya: “ Tidurlah!” Kemudian di akhir malam, Salman berkata: “Bangulah! Kita sholat bersama -sama.” Dan Salman berkata pula kepadanya:” Sesungguhnya bagi Tuhanmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu ada juga hak, maka penuhilah semuanya. Kemudian Abu Darda’ menemui Rasulullah dan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Lalu beliau bersabda: “Salman benar.” (HR. Bukhari)
Penjelasan Hadits Anjuran Sederhana dalam Beribadah
Hadits Pertama menjelaskan tentang kualitas ibadah seseorang tidak selalu dilihat dari banyaknya kuantitas yang menyebabkan kelelahan fisik, namun diukur pula dari semangatnya yang perlahan–lahan namun konsisten sehingga kualitas ibadah tersebut tetap bertahan. Selain itu, tubuh kita pun (panca indra dan yang lainnya) memiliki hak untuk beristirahat sejenak agar energi yang dihasilkan tetap tersedia sehingga ibadah kita tidak terhenti karena terbatasnya kemampuan anggota tubuh dalam melaksanakan fungsinya.
Hadits kedua menjelaskan tentang anjuran kepada kaum muslimin agar berprilaku rukun semata mata mencari ridho Allah SWT, diperbolehkan untuk bercakap-cakap dengan lawan jenis untuk keperluan yang sangat urgent dan diperbolehkan secara hukum syar’i. Garis besar hadits ini yakni saling mengingatkan dalam mengerjakan ibadah kepada Allah dengan cara yang baik dan sungguh – sungguh namun tidak terlalu memaksakan atau memporsir tubuh yang mengakibatkan sakit fatal (dalam pelaksanaan ibadahnya) seperti mendirikan sholat malam.
Tips Sederhana dalam Beribadah kepada Allah SWT
Setelah mengetahui penjelasannya, berikut ini merupakan tips–tips yang dapat dalam melaksanakan ibadah dengan bersahaja (sederhana) namun tidak mengurangi nilai kekhusyuannya:
- Meluruskan niat semata–mata karena mencari ridho Allah SWT.
- Membuat jadwal harian ibadah, dimulai dari ibadah seperti dzikir pagi/petang, menghafal ayat-ayat Al-qur’an secara bertahap dan lain–lain.
- Memperbanyak do’a agar senantiasa diberi kemudahan dalam beramal Soleh.
- Mengurangi dan menghindari hal–hal yang membuat hati malas dan lalai dalam beribadah.
- Berteman dan berkumpul dengan orang–orang yang gemar melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya.






