Our Blog

Ar-Raudhoh-Keutamaan-Berbuat-Baik

Keutamaan Berbuat Baik pada Sesama: Kitab Riyadhus Shalihin

Kasih sayang manusia tumbuh dari orang–orang terdekatnya. Ya, ajaran agama islam menekankan pentingnya satu hal ini agar kehidupan berlangsung dengan suasana tentram. Terkadang pula, suatu kebahagiaan tercipta dari momentum sederhana bersama orang–orang terkasih. Lalu, bagaimana agar kasih sayang tersebut hadir? Tentunya dengan memperbanyak berbuat baik antar satu sama lain. Islam mengajarkan kita tentang betapa indahnya untuk dapat saling menghargai dan berbuat baik kepada sesama manusia. Adapun Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita melalui hadits nya tentang keutamaan berbuat baik kepada sesama.

Hadits tentang Keutamaan Berbuat Baik kepada Ayah dan Ibu, Kerabat, Istri dan Orang–orang yang Pantas Dihormati

Dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Kami bertemu seseorang laki–laki badui di tengah perjalanan menuju ke Makkah, kemudian Abdullah bin Umar memberi salam dan mengajaknya untuk naik ke atas keledai serta memberikan sorban yang dipakai di kepalanya. Ibnu Dinar berkata kepada Ibnu Umar: Semoga Allah selalu memberikan kebaikan kepadamu, sesungguhnya orang itu adalah orang badui dan mereka senang sekali diberi, walaupun hanya sedikit”. Abdullah bin Umar berkata: “Sesungguhnya orang itu adalah kenalan baik (ayahku) Umar Ibnul Khaththab ra., Sesungguhnya sebaik–baik kebajikan adalah seseorang yang menyambung tali persaudaraan dengan kenalan ayahnya.”

Hadits Lain Mengenai Keutamaan Berbuat Baik

Dalam riwayat lain, Ibnu Dinar bercerita tentang Ibnu Umar ra., menurutnya apabila Ibnu Umar pergi ke Makkah selalu membawa keledai sebagai ganti dari unta. Apabila merasa bosan, dan dia memakai sorban dikepalanya. Pada lain waktu, ketika ia pergi ke Mekkah dengan keledainya, tiba–tiba seseorang Badui lewat dan bertanya: “Apakah kamu Fulan bin Fulan?” Orang badui itu menjawab: “ Benar.” Kemudian Ibnu Umar memberikan keledai itu kepadanya dan berkata: “Naiklah keledai ini.” Ia juga memberikan sorbannya seraya berkat: “ Pakailah sorban ini di kepalamu.” Salah seorang teman Ibnu Umar berkata kepadanya: “ Semoga Allah memberikan ampunan kepadamu yang telah memberikan orang Badui ini seekor keledai yang biasa untuk gantian, dan sorban yang biasa kamu pakai di kepalamu.” Ibnu Umar berkata: “Sesungguhnya sebaik–baik kebajikan yaitu seseorang yang menyambung tali persaudaraan dengan kenalan baik ayahnya setelah meninggal dunia, sesungguhnya ayah orang ini adalah kenalan baik (ayahku) Umar ra.” (HR. Muslim)

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idiy ra., ia berkata: Tatkala kami duduk di hadapan Rasulullah SAW, tiba–tiba datanglah seorang pria dari Bani Salimah dan bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ada kebaikan yang dapat aku lakukan untuk berbakti kepada kedua orang tua setelah mereka meninggal dunia?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu menyolati, memohonkan ampun, melaksanakan janji menghubungi keluarga yang tidak dapat dihubungi oleh keduanya dan memuliakan kenalan baik mereka.” (HR. Abi Daud)

Penjelasan Hadits

Hadits pertama menjelaskan bahwa berbuat kebaikan tidak terbatas kepada orang tua, melainkan kepada kerabat serta sahabat dekatnya. Bahkan ketika mereka telah tiada di dunia ini dengan tujuan tidak memutus bakti kita kepada kedua orang tua. Selain itu, kita pun diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang yang pantas dihormati. Sebagai contoh, mereka meliputi guru, seseorang yang berjasa terhadap kedua orang tua kita.

Hadits kedua menjelaskan tentang beberapa amalan atau perbuatan baik yang dapat dilakukan ketika orang tua telah wafat (wujud bakti kepada mereka):

  1. Menyolati, bila orang tua kita wafat lebih dulu maka kita dianjurkan untuk menyolati jenazahnya. Suasana hati mungkin diliputi rasa sedih karena harus berpisah. Namun semoga kita diberikan ketabahan dan mampu melaksanakan hal ini sebelum wujud fisik orang tua berbeda alam dengan kita.
  2. Memohonkan ampun, sebagai manusia tentunya orang tua kita tak luput dari kesalahan dan dosa. Mendo’akan kebaikan serta memohonkan ampun untuk mereka menjadi salah satu tugas kita sebagai anak. Dalam hadits lain pun dikatakan bahwa do’a dari anak yang sholeh untuk orang tuanya adalah kebaikan. Adapun nilai nya merupakan hal yang kebaikannya tidak akan pernah terputus.
  3. Melaksanakan janji menghubungi keluarga yang tidak dapat dihubungi. Maknanya semasa hidup orang tua kita pernah memiliki janji untuk suatu perkara dengan orang lain seperti kerabat dan sahabat dekatnya. Namun belum terealisasi karena mereka telah  wafat. Tugas kita yakni merealisasikan hal tersebut tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan jika hal tersebut berupa kebaikan.
  4. Memuliakan kenalan baik mereka, kenalan baik tersebut biasanya seseorang yang termasuk sahabat lama, rekan di tempat kerjanya dan lain–lain. Kita bisa melaksanakan bakti terhadap kedua orang tua dengan berbuat baik terhadap orang–orang tersebut. Terutama jika mereka (orang tua kita) telah tiada.

Post A Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *